Kisah Penumpang Travel Gelap: Nyaris Diperas Komplotan, Diselamatkan Anggota TNI

Kisah ini bermula dari keterlambatan penerbangan selama lima jam yang membuat korban memutuskan mencari transportasi alternatif untuk pulang ke Bandung.

Kisah Penumpang Travel Gelap: Nyaris Diperas Komplotan, Diselamatkan Anggota TNI
Kisah Penumpang Travel Gelap: Nyaris Diperas Komplotan, Diselamatkan Anggota TNI

INILAHKORAN.ID - Sebuah pengalaman mencekam yang dibagikan melalui akun Instagram @nissolasido menjadi peringatan bagi para pelancong agar lebih berhati-hati menggunakan transportasi tidak resmi.

Kisah ini bermula dari keterlambatan penerbangan selama lima jam yang membuat korban memutuskan mencari transportasi alternatif untuk pulang ke Bandung.

Namun keputusan menaiki travel gelap justru membuat korban nyaris menjadi korban pemerasan oleh komplotan tak dikenal di Jakarta.

Awal Kejadian Setelah Pesawat Delay

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.30 WIB ketika korban menaiki sebuah mobil yang disebut-sebut sebagai travel menuju Bandung. Tidak lama setelah perjalanan dimulai, dua pria tak dikenal tiba-tiba masuk dan duduk di kursi belakang.

Di dalam mobil tersebut terdapat enam orang, yakni sopir, seorang perempuan yang mengaku sebagai istri sopir, dua pria misterius di kursi belakang, korban, serta seorang pria yang duduk di kursi depan.

Situasi yang awalnya terlihat biasa berubah menjadi mencurigakan setelah kendaraan tidak langsung menuju Bandung.

Mobil Dibawa Berputar-putar di Jakarta

Alih-alih menuju tujuan, mobil justru berkeliling di sejumlah wilayah Jakarta hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Dalam situasi itu, sopir mulai mengeluarkan permintaan yang tidak wajar.

Ia meminta korban membayar biaya carter sebesar Rp1,5 juta jika ingin langsung diantar ke Bandung. Jika tidak, korban disebut akan dibawa terlebih dahulu ke Pelabuhan Tanjung Priok dengan alasan menjemput penumpang lain.

Korban semakin curiga karena arah perjalanan tidak sesuai dengan peta. Dalam kondisi panik, ia terus mengirimkan lokasi secara langsung kepada suaminya serta melakukan panggilan video untuk merekam wajah para penumpang lain sebagai langkah berjaga-jaga.

Dugaan Komplotan di Dalam Mobil

Kecurigaan korban semakin kuat ketika menyadari bahwa sebagian besar orang di dalam mobil diduga merupakan satu komplotan. Dari enam orang di kendaraan tersebut, empat di antaranya dicurigai saling bekerja sama.

Korban merasa situasinya semakin berbahaya karena mobil mengarah ke area yang lebih sepi.

Di tengah situasi menegangkan itu, korban akhirnya mengetahui bahwa pria yang duduk di kursi depan ternyata adalah seorang anggota TNI.

Melihat gelagat mencurigakan para pelaku yang diduga hendak membawa mereka ke lokasi sepi untuk merampas barang, anggota TNI tersebut langsung mengambil tindakan tegas. Ia meminta sopir segera menghentikan kendaraan dan menurunkan mereka.

Mengetahui identitas penumpang di depan sebagai tentara, para pelaku langsung kehilangan keberanian. Sopir akhirnya menghentikan mobil dan menurunkan korban bersama anggota TNI tersebut sebelum mencapai lokasi yang diduga telah direncanakan.

Kisah ini kemudian dibagikan sebagai peringatan bagi masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran transportasi cepat dari travel atau taksi tidak resmi.

Korban menegaskan bahwa memilih transportasi resmi jauh lebih aman meski terkadang membutuhkan waktu lebih lama.

“Pelajaran penting, jangan mudah percaya iming-iming taksi atau travel gelap yang janji bisa langsung berangkat. Lebih baik pakai travel resmi, mungkin lebih lama tapi jauh lebih aman,” tulisnya.


Editor : Firda Rachmawati