IU Tolak Tawaran Kolaborasi dengan Artis Internasional, Bahasa jadi Alasan Utamanya??
IU mengungkapkan bahwa bahasa jadi alasan terbesar dia mengapa banyak menolak kolaborasi dengan artis Internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Penyanyi IU menjadi salah satu solois ternama di Korea Selatan yang pastinya banyak selebriti lain ingin melakukan Kolaborasi dengan dirinya.
Seiring dengan popularitas global K-Pop yang melambung tinggi dalam beberapa tahun terakhir, banyak wajah baru yang menggantikan bintang-bintang lamanya.
Namun, IU tidak hanya berhasil mempertahankan popularitasnya selama lebih dari satu dekade, tetapi juga memperluas basis penggemarnya, mencapai puncak karier baru setiap tahun.
Sebagai Artis musik, kesuksesan global IU sungguh mengagumkan, dan orang tidak dapat tidak memperhatikan bahwa dia telah melakukan semuanya tanpa pernah bergabung dalam satu lagu dengan artis Internasional.
Dalam wawancaranya baru-baru ini dengan Billboard, penyanyi itu ditanya tentang kesediaannya untuk bekerja dengan artis internasional.
IU kemudian menjawab bahwa dia telah terbuka terhadap kemungkinan tersebut baru-baru ini.
Namun, penyanyi itu mengakui bahwa di masa lalu, dia enggan berkolaborasi dengan artis asing dan telah Menolak banyak tawaran.
Dan perlu penggemar ketahui, alasan terbesarnya adalah kendala Bahasa.
"Saya telah menerima banyak tawaran yang luar biasa di masa lalu, tetapi saya merasa agak ragu untuk berkolaborasi dengan artis yang berbicara dalam bahasa yang berbeda. Jadi, saya menolak kesempatan tersebut," tutur IU.
Untungnya, pendiriannya kini telah berubah, "namun kini saya tidak berpikir seperti itu. Saya jauh lebih terbuka untuk bekerja sama dengan seniman global," seraya menambahkan, “silakan hubungi saya.”
Sementara itu, IU dinobatkan sebagai artis Korea yang mewakili seri "Global No. 1 Artist" Billboard pada 17 Desember atas kesuksesannya yang tak tertandingi dalam musik dan akting.
IU juga berbicara kepada Billboard tentang proyek-proyeknya yang akan datang, terkait musik dan akting.***
Editor : Irma Nurfajri

