INILAH, Bogor – Ada 83 titik kemacetan di Kabupaten Bogor. Kebanyakan di jalur menuju kawasan Puncak. Jalur Puncak II merupakan keniscayaan.
Iwan Setiawan datang ke Kabupaten Bandung Barat, Senin (4/3/2019). Dia datang mewakili Bupati Bogor, Ade Yasin. Hari itu, Iwan bersama 26 kepala daerah lainnya se-Jawa Barat bertemu Gubernur Ridwan Kamil.
Di hadapan peserta rapat sinkronisasi itu, Iwan secara umum menyampaikan dua hal: konsep pembangunan Kabupaten Bogor dan sekaligus curhat tentang tantangan yang dia hadapi bersama Ade Yasin.
Iwan yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bogot itu menyebutkan perode kepemimpinannya bersama Ade Yasin hadir untuk mewujudkan pembangunan Bogor sebagai kabupaten termaju, nyaman, dan berkeadaban. Upaya mewujudkan kabupaten termaju itu adalah langkah mengikuti upaya bupati sebelumnya, Nurhayanti.
“Membangun Kabupaten Bogor menjadi termaju, nyaman dan berkeadaban ini memilik makna pembangunan di Bumi Tegar Beriman bisa menandingi pencapaian pembangunan di tingkat nasional, sementara nyaman dan berkeadaban adalah ramah untuk beraktivitas dan investasi dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan kearifan lokal,” ujar Iwan.
Alumni Universitas Pakuan ini menerangkan bahwa tagline Bogor Termaju, Nyaman dan Berkeadaban diimplementasikan ke dalam lima misi atau Panca Karsa.
“Dengan Panca Karsa ini kami akan mewujudkan masyarakat yang berkualitas, mewujudkan perekonomian daerah yang berdaya saing dan berkelanjutan, tata kelola pemerintahan yang baik, pembangunan yang merata, berkeadilan dan berkelanjutan serta kesalehan sosial,” terangnya.
Iwan menjelaskan dengan terwujudnya cita-cita ataupun program kerja tersebut, maka Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Ade Yasin dan dirinya diyakini menjadi Bogor Era Baru.
“Masyarakat Kabupaten Bogor ke depan harus cerdas, sehat, maju, membangun dan berkeadaban. Dalam waktu dekat Pemkab Bogor akan meluncurkan Kartu Bodas di mana peruntukannya bisa untuk penyaluran beasiswa, membangun sekolah rusak dan kelas inspirasi, selain itu kami juga akan luncurkan Kartu Bogor Sehat dan juga akan membangun RSUD di Parung hingga kami minta bantuan keuangan kepada Pemprov Jawa Barat,” jelas Iwan.
Dia menambahkan khusus untuk Bogor Berkeadaban jajarannya akan meningkatkan hibah ke pondok pesantren atau tempat ibadah, membantu legitimasi, melakukan operasi nongol babat (Nobat) jika ada penyakit masyarakat dan Bogor Ngaos atau mengaji yang dilakukan setiap hari Jumat di sekolah tingkat SD dan SMP.
Tetapi, tak hanya memaparkan Panca Karsa, Iwan juga curhat di hadapan Ridwan Kamil dan kepala daerah lainnya. Dia menyebutkan kemacetan jadi tantangan tersendiri di Kabupaten Tegar Beriman. Saat ini, sedikitnya ada 83 titik kemacetan sehingga dibutuhkan pembangunan sejumlah jalan lingkar hingga Jalur Puncak II.
“Karena di Kabupaten Bogor ada 83 titik kemacetan, kami akan melakukan penguraian dengan cara melakukan pembangunan insfrastruktur yaitu membangun Jalur Puncak II, pembangunan jalan alteri Bojonggede -Kemang, pembangunan dua flyover di Bojonggede dan Tenjo, pembangunan jalan lingkar Dramaga, jalan lingkar Leuwiliang, jalan lingkar Gunung Sindur, jalan lingkar Ranca Bungur-Cibungbulang jalan lingkar Parung hingga merevitalisasi 244 jembatan gantung agar desa tertinggal menjadi desa yang maju dan mandiri,” tambahnya.
Iwan melanjutkan dengan langkah-langkah tersebut, pihaknya optimistis akan meningkatkan nilai Indeks pembangunan Manusia (IPM), rata-rata lama sekolah, angka harapan hidup, mengurangi jumlah penduduk miskin, mengurangi jumlah pengangguran hingga meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD).