Izin Terpenuhi, Eiger Nature Meniti Harmoni Alam

PENGELOLAAN alam membutuhkan keterbukaan dan evaluasi. Eiger Nature terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak.

Izin Terpenuhi, Eiger Nature Meniti Harmoni Alam
KUNJUNGI EIGER: Walhi Jawa Barat kembali mengunjungi Eiger Nature untuk melihat secara langsung perkembangan kritik yang sebelumnya telah disampaikan.(Foto: INILAH/REZA ZURIFWAN)

Menjaga kawasan berbasis alam bukan pekerjaan yang selesai dalam satu waktu. Masukan, kritik, dan evaluasi perlu terus hadir agar setiap langkah dapat diperiksa kembali dan diperbaiki.

Pandangan itu terlihat dalam kunjungan Walhi Jawa Barat ke Eiger Nature.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung perkembangan sekaligus tindak lanjut atas berbagai masukan, pandangan, dan kritik yang sebelumnya telah disampaikan.

Kedatangan Walhi Jabar diterima Direktur Utama Eiger Nature Imanuel Wirajaya bersama sejumlah pakar, yakni Prof Dr Tukirin Partomihardjo, M.Sc, selaku pakar botani dan konservasi tumbuhan, Prof Dr Ir Mirza Dikari Kusrini, M.Si, selaku pakar konservasi satwa liar, serta Prof Dr Ir Arief Sabdo Yuwono, M.Sc. selaku pakar pencemaran lingkungan serta pengelolaan sampah dan limbah.

Kunjungan itu sekaligus menjadi ruang untuk melihat pemenuhan aspek perizinan dan dokumen lingkungan Eiger Nature.

WALHI Jabar menyampaikan bahwa sejumlah dokumen dan perizinan yang diperlukan telah dipenuhi, meliputi perizinan tata ruang, persetujuan lingkungan, site plan, hingga perizinan bangunan.

Direktur Eksekutif Daerah Walhi Jabar Wahyudin Iwang mengatakan, keterbukaan EIGER Nature menjadi salah satu hal yang diapresiasi. Perusahaan dinilai terbuka menerima saran, masukan, hingga kritik terkait pengelolaan lingkungan.

“Selama ini kami melihat Eiger Nature sebagai salah satu perusahaan yang masih memiliki komitmen.

Kami juga melihat bahwa EIGER sangat terbuka untuk menerima saran, masukan, bahkan termasuk kritik.

Jarang sekali perusahaan yang bisa menempatkan dirinya seperti itu,” kata Iwang kepada wartawan akhir pekan lalu.

Keterbukaan tersebut pula yang membuat Walhi Jabar terus memberikan masukan. Bagi Iwang, kritik tidak berhenti pada penyampaian pandangan, tetapi perlu dilihat kembali tindak lanjutnya di lapangan.

(reza zurifwan/gin)


Editor : Inilahkoran