Jabar dan Jatim Berbagi Medali Emas di Cabor Hadang Pospenas 2019

Kontingen Jabar dan Jatim berbagi medali emas di cabang olahraga hadang Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (Pospenas) 2019 di GOR Laga Satria, SPOrT Jabar.

Jabar dan Jatim Berbagi Medali Emas di Cabor Hadang Pospenas 2019
Kontingen Jabar dan Jatim berbagi medali emas di cabang olahraga hadang Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (Pospenas) 2019. (Muhammad Ginanjar)

INILAH, Bandung - Kontingen Jabar dan Jatim berbagi medali emas di cabang olahraga hadang Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (Pospenas) 2019 di GOR Laga Satria, SPOrT Jabar, Jalan Arcamanik, Kota Bandung, Kamis (28/11/2019).

Medali emas Jabar diraih oleh tim putri usai mengalahkan Jatim dengan skor tipis 34-33. Sementara medali emas Jatim diperoleh tim putra dengan menumbangkan Jabar 44-26.

Pelatih hadang Jabar, Ujang Jamaludin bersyukur dengan hasil yang diraih meski di tim putra hanya mampu meraih medali perak. Apresiasi pun harus diberikan kepada seluruh atletnya.

"Sebenarnya target kita hanya masuk final. Tapi ternyata Alhamdulillah Allah mengizinkan untuk menjadi kesatu untuk tim putri," ungkap Ujang usai pertandingan.

Sementara itu, Kabid Olahraga Usia Dini dan Lansia Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Agustien Rien Arianti mengatakan Pospenas merupakan event tiga tahunan yang merupakan kerja sama dari lima kemerinterian.

Kelima kementerian itu adalah Menteri Agama, Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Menteri Pariwisata.

"Pemilihan cabang ini tentu ada kriteria dan spesifik dari kita semua bahwa kita memilih enam cabang ada masing-masing, seperti bidang atletik, hadang, pencak silat, bola voli, futsal, senam santri yang sudah identik dengan santri," kata Agustien.

Pihaknya lega lantaran para santri ini mampu menunjukkan kemampuannya, bahkan tidak kalah dengan atlet pada umumnya.

"Diharapkan potensi anak-anak pondok pesantren ini bisa terarah. Insya Allah bisa menjadi atlet berprestasi, termasuk akhlaknya dari sportivitas dan kejujuran mereka," tegasnya. (Muhammad Ginanjar)


Editor : suroprapanca