Jabar Disebut Hanya Gudang Suara, Nonoman Sunda Dukung Tokoh Pribumi Jabar agar Menasional

Para pemuda Sunda atau Nonoman Sunda mendorong ketua partai politik (parpol) untuk konsen agar tokoh pribumi Jawa Barat bisa menasional.

Jabar Disebut Hanya Gudang Suara, Nonoman Sunda Dukung Tokoh Pribumi Jabar agar Menasional
Para pemuda Sunda atau Nonoman Sunda mendorong ketua partai politik (parpol) untuk konsen agar tokoh pribumi Jawa Barat bisa menasional.
 
INILAHKORAN, Ngamprah - Para pemuda Sunda atau Nonoman Sunda mendorong ketua partai politik (parpol) untuk konsen agar tokoh pribumi Jawa Barat bisa menasional.
 
Hal tersebut dilakukan lantaran selama ini Jawa Barat hanya dijadikan sebagai gudang suara dalam setiap pesta demokrasi di Indonesia.
 
"Dengan begitu Jabar tidak hanya dijadikan sebagai komoditas suara tapi betul-betul membawa aspirasi suara Jabar," kata Koordinator Komunikasi Nonoman Sunda, Hendra Guntara kepada wartawan.
 
 
Ia menyebut, jika dahulu masyarakat Jabar mengenai istilah mangga tipayun, kalau hari ini mari bersama-sama bergandengan tangan.
 
Disinggung terkait nama tokoh Jabar yang didorong untuk maju di Pilpres, ia mengaku, pihaknya telah melihat nama-nama dari tokoh Jabar yang ada di nasional atau bahkan yang ada di Jabar.
 
"Kita baru sebatas melihat karena kita belum sampai ke arah nama," ujarnya.
 
 
Kendati demikian, tambah dia, spirit kebersamaan pemuda yang ada di Jabar, begitu pun supaya tokoh-tokoh senior tidak khawatir karena kami generasi muda pun masih peduli bagaimana perkembangan Jabar.
 
"Termasuk kita peduli dengan perkembangan masyarakat Sunda ke depan," ujarnya.
 
Ia menyebut, kalau hasil beberapa kali diskusi, kajian-kajian yang pihaknya lakukan kadangkala memang ada tokoh Jabar yang didorong. Bahkan jadi dalam kancah perpolitikan.
 
 
"Tapi seringkali jatuh dan kita malah bertepuk tangan. Padahal, semestinya harus kita dorong bersama-sama dan jangan dicari kesalahan dan kekurangannya," ujarnya.
 
"Justru harus kita bantu untuk kita tutupi," sambungnya.
 
Dalam rangkuman yang dibuat, kata dia, juga dibahas soal soliditas. Jadi jangan individualis karena tujuannya kembali untuk kemajuan Jabar.
 
 
Tokoh Jabar yang menasional banyak. Namun, masalahnya kadangkala banyak yang didoktrin untuk kepentingan parpol.
 
"Pada akhirnya kita sulit untuk menyatu. Maka kita berangkat dari perbedaan warna parpol, namun dengan kepentingan yang sama," pungkasnya.*** (agus satia negara)
 
 


Editor : inilahkoran