BPBD Jabar Imbau Masyarakat Waspadai Bencana Pancaroba
Saat ini, hanya 40
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Saat ini, hanya 40% daerah di Jabar yang sudah memasuki musim hujan. Diperkirakan, musim penghujan tahun ini akan merata dan mencapai puncaknya pada awal 2020 mendatang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar Supriyatno mengimbau masyarkat untuk mewaspadai bencana yang kerap terjadi pada masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Bencana yang kerap melanda yakni angin puting beliung dan banjir.
Dia mengatakan, imbauan tersebut khususnya untuk warga yang berada di kawasan yang sempat mengalami angin puting beliung dan banjir sebelumnya.
"Hujan memang tidak terlalu merata di Jabar, baru 30-40%. Ini memang berpotensi munculnya fenomena angin kencang, puting beliung. Karenanya, kami imbau warga di kawasan yang tahun-tahun sebelumnya terkena puting beliung untuk waspada kembali karena angin ini biasanya berulang di wilayah yang sama," ujar Supriyatno, Rabu (4/12/2019).
Menurut dia, adanya sejumlah gunung yang tinggi di Jabar menjadi pemicu angin kencang. Karena itu, kawasan yang diimbau untuk waspada adalah yang berdekatan dengan Gunung Ciremai seperti Cirebon, Kuningan, dan Majalengka.
Selain itu, dia juga mengimbau masyarakat di daerah lainnya untuk waspada seperti kawasan Sumedang dan Subang yang dekat dengan Gunung Tampomas, kemudian Bogor, Sukabumi, Cianjur, yang dekat dengan Gunung Gede dan Gunung Salak.
Kawasan Bandung bagian timur pun seperti Rancaekek, Cileunyi, dan Ujungberung, diimbau waspada terutama yang dekat dengan Gunung Manglayang.
"Karena kemungkinan, angin puting beliung dapat berulang di lokasi yang sama," ucapnya.
Supriyatno mengatakan pada November 2019, angin kencang atau puting beliung mendominasi kejadian bencana hingga 47%. Dari 182 kejadian bencana di Jabar, 86 di antaranya bencana angin puting beliung, disusul longsor 36 kejadian, kebakaran hutan 30 kejadian, kebakaran bangunan 22 kejadian, banjir 7 kejadian, dan gempa 1 kejadian.
Selama November lalu, katanya, 2.301 orang menjadi korban bencana, 3 meninggal dunia, dan 776 rumah mrngalami kerusakan. Karenanya, warga diimbau waspada pada Desember ini saat Jabar memasuki puncak musim hujan.
Dari Januari sampai November di Jabar, katanya, terdapat total 1.740 kejadian bencana. Akibatnya, 93.076 orang jadi korban terdampak, 32 orang meninggal, 20.870 rumah rusak.
Bencana ini didominasi oleh longsor dengan jumlah 478 kejadian, disusul 357 kejadian kebakaran bangunan, 368 puting beliung, 137 kejadian banjir, dan 385 kebakaran lahan.
"BPBD di kabupaten dan kota di Jabar pun selalu siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi atau yang berkaitan dengan musim hujan dan air yang selalu mendominasi bencana di Jabar," pungkasnya. (Rianto Nurdiansyah)
Editor : Doni Ramdhani

