Masih 25 Persen, Pemprov Jabar Terus Dongkrak Vaksinasi Untuk Anak
Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus melakukan vaksinasi guna mencapai kekebalan kelompok yang ditargetkan tuntas pada Desember 2021 ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung-Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus melakukan vaksinasi guna mencapai kekebalan kelompok yang ditargetkan tuntas pada Desember 2021 ini.
Salah satunya dengan menyasar anak-anak, mengingat vaksinasi pada kalangan tersebut masih rendah atau di angka 25 persen.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Jabar, Nina Susana Dewi mengatakan pihaknya akan berupaya agar vaksinasi kepada anak bisa lebih tinggi.
"Kami terus bergerak kan kemarin vaknasi ke anak masih sedikit sekitar 25 persen jadi akan digalakan agar vaksinasi k anak bisa lebih tinggi," ujar Nina, Selasa (28/9/2021).
Baca Juga: Banyak Warga Jakarta Belum Jalani Vaksinasi, Anies Ungkap Alasannya Begini
Tingginya kasus Covid 19 pada anak, menurut dia, salah satunya karena cakupan vaksinasinya masih rendah.
"Yaa kemungkinan kasus anak tinggi salah satunya karena vaksin pada anak memang masih kurang," katanya.
Diketahui, berdasarkan data dari new all record (NAR), kasus positif Covid 19 pada anak usia nol sampai 18 tahun di Jabar pada 2020 sebanyak 17.119 kasus. Kemudian, pada 2021, ada 81.970 kasus.
Baca Juga: Sasar 7.500 orang, Vaksinasi Covid-19 Pelaku Industri Pariwisata dan Budaya Ramai Peminat
"Jadi dari 2020 sampai tanggal 28 September 2021, totalnya ada 99.089 kasus," katanya.
Dia memaparkan, tercatat hingga 27 September 2021 terdapat 1.180 orang anak yang meninggal lantaran Covid-19. Data tersebut berdasarkan hasil koordinasi dengan IDAI.
Kendati demikian, data tersebut belum di olah meninggal karena komorbid atau apa. Tapi, berdasarkan data beberapa tahun lalu, pernah dikaji anak yang meninggal karena ada komorbid seperti diabetes atau lekeumia.
Baca Juga: Cara Cek Informasi dan Jadwal Vaksinasi Covid-19 se-Jawa Barat di Aplikasi dan Web Pikobar
"Katanya gitu. Itu beberapa waktu lalu. Kami akan ada keja sama dengan IDAI agar data lebih pas meninggalnya karena apa," katanya.
Adapun kasus anak positif dan meninggal karena Covid 19 berdasarkan data paling banyak terjadi pada remaja yakni mencapai 51 persen. Yakni, ada di usia 12 sampai 18 tahun.
Saat ditanya apakah kasus di Jabar terbanyak Se Indonesia, Nina mengatakan, kalau dengan data seperti ini memang benar. Walaupun ada provinsi lain yang lebih tinggi tapi kasus di Jabar memang cukup banyak.
Baca Juga: Petinggi Partai Gerindra Hadiri Vaksinasi di Ponpes Buntet Cirebon
"Ini data dari NAR. Tapai kami belum liat ke lapangan apakah data yang masuk dari Puskesmas juga. Kalau NAR ini, data yang di entri Nakes dari berbagai faskes," katanya.
Berkaca pada hal itu, dia menilai, menjadikan alasan bagi Pemprov Jabar untuk memprioritaskan vaksinasi di sekolah-sekolah.
"Sekolah, akan lebih dapat prioritas karena kan sampai ke bawah-bawah. Jadi lebih cepat jalur dan sasaranya. Anak kan sudah pasti divaksin kalau menyasar sekolah. Itu jadi strategi," katanya. (rianto nurdiansyah)
Editor : inilahkoran


