1.600 Sekolah Lagi Ajukan PTM, Jabar Antisipasi Siswa Terpapar Covid-19 dari Berbagai Klaster
Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dedi Supandi memastikan kesehatan maupun keselamatan peserta didik yang tengah melakasanakan PTM.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dedi Supandi mengatakan pihaknya akan terus memastikan kesehatan maupun keselamatan peserta didik yang tengah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan adaptasi kebiasaan baru (AKB).
Hal tersebut untuk mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19 terhadap siswa yang berasal dari berbagai klaster.
Dedi Supandi berkaca pada kasus positif Covid-19 yang mengakibatkan 14 sekolah di Kota Bandung harus kembali melaksanakan pembelajaran secara daring. Menurut dia, adanya kasus positif Covid-19 tersebut mayoritas berasal dari klaster keluarga.
Baca Juga: Dedi Supandi: Inovasi di Bidang Pendidikan Harus Dilakukan
"Yang harus kita lakukan adalah bukan hanya kesehatan dan keselamatan siswa saat berada di lingkungan sekolah saja, tapi kita juga harus memastikan keselamatan dan kesehatan siswa pada saat jarak antara rumah ke sekolah ataupun dari sekolah pulang ke rumah," ujar Dedi Supandi, Selasa 26 Oktober 2021.
Untuk itu, Dedi Supandi menambahkan diperlukan peran dari semua pihak. Mulai dari cabang dinas, satuan tugas, pihak keamanan, hingga pemerintahan kota/kabupaten.
Menurutnya, dari 5.033 sekolah yang berada di Jabar terdapat 2922 sekolah yang saat ini sudah menggelar PTM dengan AKB. Pelaksanaan PTM sendiri dilakukan secara bertahap dimulai pada 8 September 2021.
"Untuk Bogor dan Depok, PTM dilaksanakan pada awal Oktober kemarin," kata Dedi Supandi.
Baca Juga: PTM 14 Sekolah Dihentikan Sementara, DPRD Kota Bandung Minta Seluruh Siswa dan Guru Ditreatment
Dengan penurunan kasus positif Covid-19 di Jabar yang terjadi belakangan ini, dia memastikan ada sekitar 1.600 sekolah yang telah mengajukan untuk melaksanakan PTM. Dedi juga mengungkapkan, sejak awal pihaknya telah meminta satuan pendidik agar menyiapkan semua layanan bagi siswa, baik itu untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) maupun PTM.
"Semakin lama PTM akan semakin maksimal yang akan dilakukan di kabupaten/kota," ujar Dedi Supandi.
Adapun proses pelaksanaan PTM, dia menjelaskan, sebelumnya orang tua maupun wali siswa diminta untuk memilih antara PTM maupun PJJ. Selanjutnya, pengawas sekolah melakukan pengecekan terhadap setiap sarana yang ada di sekolah.
Baca Juga: Tinjau PTM di Pangandaran, Pak Uu Pastikan Prokes Diterapkan
"Bila terjadi kekurangan menjadi bagian yang harus dilengkapi dalam proses, nanti setelah itu masuk ke cabang dinas, dari canag dinas melakukan koordinasi dengan satuan tugas kabupaten kota bupati dan wali kota," ucap Dedi Supandi.
Jika pada PTM terjadi kasus positif Covid-19 lebih dari 5 persen, maka sekolah tersebut akan ditutup sementara dengan jangka waktu dua pekan. Sementara itu, PJJ akan dilaksanakan sembari menunggu perkembangan dari hasil laporan kontak tracing.
Baca Juga: Kota Bandung Berhentikan Sementara PTM di 14 Sekolah, Ini Alasannya
"Yang positif Covid-19 isolasi mandiri, jika perlu ke rumah sakit segera kontak puskesmas. Sementara itu lakukan tracing dan melakukan penyemprotan disinfektan juga," pungkasnya.***(rianto nurdiansyah)
Editor : inilahkoran


