SMA dan SMK di Jabar Kini Bisa Pelajari Pencak Silat
Ketua Lembaga Bantuan Pemantau Pendidikan (LBP2) Asep B Kurnia mengatakan, bahwa pelajaran pencak silat kini akan diajarkan di SMA dan SMK
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Ketua Lembaga Bantuan Pemantau Pendidikan (LBP2) Asep B Kurnia mengatakan, bahwa pelajaran pencak silat kini akan diajarkan di SMA dan SMK Jawa Barat.
“Saya sangat bersyukur, pencak silat ini meskipun tidak menjadi muatan lokal, tetapi terintegrasi dengan pelajaran yang lain. Sehingga anak-anak di sekolah, khususnya SMA dan SMK yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, akan diajarkan pencak silat,” kata Asep B Kurnia, saat mengikuti kegiatan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) melalui Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), di Villa Lemon, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 6 Desember 2021.
Nantinya, Asep mengatakan, sejumlah guru yang mengikuti Bimtek ini, bisa mengajarkan ke guru lainnya, begitu juga dengan siswa-siswi SMK dan SMA nantinya bisa belajar pencak silat di sekolahnya.
Baca Juga: DPRD Jabar Dukung Pembangunan Gedung Pencak Silat Demi Lestarikan Warisan Budaya
“Salah satu upaya dari kita agar (penca diajarkan) berkesinambungan dengan Jabar Masagi,” katanya.
Dia berharap, melalui kegiatan ini, jangan sampai berhenti, akan tetapi terus dikembangkan sampai benar-benar berjalan sesuai harapan.
“Harapan sesungguhnya, setelah Bimtek ini, bisa terus menularkan di setiap cabang dinas masing-masing, bisa berkesinambungan. Ada juga hal yang sifatnya evaluasi, perubahan secara khusus tidak kalah penting memperlombakan pencak silat,” katanya.
Baca Juga: Baru Saja! Jabar Tambah Tiga Medali Emas dari Pencak Silat PON XX Papua
Sementara itu, Analis Pengembangan Kompetensi, Bidang GTK Ahmad Sundoro menjelaskan, bahwa para peserta akan dibekali beberapa materi yang sudah disiapkan, diantaranya mengenai sejarah dan keterampilan lencak silat, gerak dasar pencak silat, filosofi pencak silat, jurus dasar pencak silat, paleredan, tepak tilu, padungdung, penilaian, evaluasi dan lainnya.
Sedangkan untuk pematerinya praktisi dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Persatuan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PPSI) yang lebih condong ke seni tradisi.
“Kami hadirkan mereka, karena keduanya merupakan organisasi pencak silat terbesar di Indonesia. Karena kalau perguruan pencak silat di tanah air sangat banyak dan punya ciri tersendiri,” kata Ahmad Sundoro.
Baca Juga: Kepala Sekolah Didorong Terus Berinovasi Demi Kemajuan Pendidikan
Sebagai catatan, kegiatan Bimtek ini diikuti oleh 50 orang yang terdiri dari guru olahraga yang mewakili setiap Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I-XIII, Disdik Jabar.*** (Okky Adiana)
Editor : inilahkoran


