Pikobar Beralih ke Sistem NAR Untuk Sumber Data Publikasi Pengujian PCR Yang Seragam

Akhirnya, Pemprov Jabar beralih dari Pikobar ke National All Record (NAR) terkait sumber pencatatan data pengujian Covid 19.

Pikobar Beralih ke Sistem NAR Untuk Sumber Data Publikasi Pengujian PCR Yang Seragam
Pemprov Jabar bakal beralih dari Pikobar ke NAR terkait pencatatan data Covid 19.
INILAHKORAN- Pemprov Jawa Barat mulai menerapkan sistem mahadata Kementerian Kesehatan, National All Record (NAR).
 
Nantinya, NAR yang diaplikasikan Pemprov Jabar, berkaitan dengan sumber pencatatan data pengujian Covid 19 di Jawa Barat.
 
Pemprov Jabar menerapkan sistem NAR sebagai upaya dalam mewujudkan satu sumber data Covid 19. 
 
 
Sebelumnya, sumber pencatatan data pengujian Covid 19 yang ditampilkan di Pusat Informasi dan Koordinasi Covid 19 Jabar atau Pikobar dilakukan secara manual. 
 
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Nina Susana Dewi mengatakan, dengan beralih ke sistem NAR maka masyarakat akan mendapatkan informasi yang seragam. 
 
"Dengan perpindahan (sumber) data ini manfaat bagi masyarakat dapat memperoleh informasi data yang seragam," ujar Nina Susana Dewi. 
 
 
Sebelumnya, Tim Pikobar melakukan rekap data pengujian secara harian dengan mengambil dan melakukan kompilasi data gabungan dari 54 laboratorium (lab) melalui Google Form dari laboratorium jejaring, koordinator wilayah, dan Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten. Adapun estimasi waktu pengolahan data dilakukan hingga empat jam setiap harinya. Sistem tersebut dilakukan sepanjang tahun 2020-2021.
 
Melalui sistem NAR, menurut Nina, kini data agregat yang ditampilkan Pikobar akan bersumber dari 154 laboratorium di Jabar yang diakui pemerintah, dimana sasaran jumlah lab pencatatan akan terus bertambah seiring berjalannya waktu. 
 
Nina juga menjelaskan, perpindahan sumber data dari pusat ini menyebabkan adanya lonjakan data pengujian yang signifikan, yakni sebanyak 2.076.506 data pengujian per 9 Februari 2022. Sementara, data pengujian pada 9 Februari sendiri mencapai 26.624 (diambil dari 154 lab). 
 
 
"Setelah ada penyesuaian terhadap lonjakan data, kedepannya perbedaan data harian akan menipis menyesuaikan dengan keadaan di lapangan," ucapnya. 
 
Selain melakukan penyesuaian terkait sumber data pengujian, Nina menambahkan, pada data pelacakan, dalam hal ini yang berkaitan dengan data kontak erat, suspek, dan _probable_ akan dihilangkan dalam sementara waktu, yang nantinya disesuaikan dengan data yang bersumber dari aplikasi Silacak Kementerian Kesehatan RI.*** (Riantonurdiansyah) 
 
 
 
 


Editor : inilahkoran