Untuk IKN, Jabar Sumbang Tanah dan Air Mengandung Sejarah dari 27 Kabupaten Kota

Jabar menyumbangkan tanah dan air yang diambil dari 27 kabupaten kota se-Jabar untuk kemudian dijadikan bagian dari pembangunan IKN.

Untuk IKN, Jabar Sumbang Tanah dan Air Mengandung Sejarah dari 27 Kabupaten Kota
Untuk IKN, Jabar sumbang tanah dan air mengandung sejarah dari 27 kabupaten kota.

 

INILAHKORAN, Bandung - Jabar menyumbangkan tanah dan air yang diambil dari 27 kabupaten kota se-Jabar untuk kemudian dijadikan bagian dari pembangunan ibu kota negara (IKN).

Segenggam tanah dan air dari 27 kabupaten kota itu akan dibawa Gubernur Jabar Ridwan Kamil ke Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Nantinya, akan diserahkan secara simbolis kepada Presiden Joko Widodo bersamaan dengan diundangnya untuk mengunjungi calon lokasi baru IKN bersama seluruh gubernur lain di Indonesia.

"Alhamdulillah dalam waktu singkat 27 kabupaten kota yang ada di Jabar dengan gerak cepat menuju IKN dengan semangat yang sangat baik sudah berhasil mengirimkan air dan tanah. Tentu dipilih menurut kearifan lokal," ujar Ridwan Kamil.

Baca Juga: RESMI! Jokowi Lantik Kepala Otorita IKN

Menurutnya, tanah dan air yang dibawa ini bukan sembarangan dan mengandung sejarah dan kaya makna. Untuk itu, dia mengapresiasi langkah cepat para tokoh di 27 kabupaten kota yang berhasil mengumpulkan tanah dan air dalam waktu singkat

"Sumbernya bermacam-macam. Ada yang dari air masjid agung, ada yang dari air gunung. Ada yang dari air keramatkan dan lain sebagainya," sebutnya.

Acara bertemakan "Tanah dan Air dari Jawa Barat untuk IKN" diselenggarakan dengan sangat sederhana dimaksudkan sebagai simbol dukungan dari seluruh warga Jabar.

Baca Juga: Ini Profil Bambang Susantono yang Telah Resmi Dilantik Jadi Kepala Otorita IKN Nusantara

"Prosesi juga dibuat sederhana, semata-mata simbol ketawaduan, simbol keserdahanaan Jawa Barat yang tentu mendoakan lahir batin agar perjalanan bangsa ini Allah berkahi, Allah lindungi," ujar Ridwan Kamil.

Hadir di tengah-tengah acara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar KH Rahmat Syafei. Dalam hal ini Rahmat Syafei memberikan pandangannya bahwa acara ini adalah ketulusan, tanggung jawab, dan dukungan rakyat Jawa Barat.

"Mudah mudahan dengan doa dan simbolik itu merasakan rakyat Jawa Barat. Ikut tanggung jawab atas persatuan dan pembangunan NKRI," ujarnya.

Baca Juga: Ridwan Kamil Menilai Washington DC Bisa Jadi Rujukan Luasan IKN

Rahmat juga menyebutkan bahwa acara ini untuk meluruskan niat dari dukungan semua elemen rakyat Jawa Barat.

"Jadi saya berdoa dan meluruskan niat. Kita semua khususnya Gubernur, adalah simbol untuk mendukung sepenuhnya tentang IKN itu," pungkasnya.

Tak hanya Ketua MUI Jabar, budayawan Sunda Aat Soeratin turut memberikan statement mengenai acara ini.

Menurutnya, aksi di Jabar bagian dari proses menyalurkan energi untuk ibu kota baru dan menjadi tanah harapan.

"Mudah-mudahan ibu kota baru itu menjadi ibu kota harapan, mudah-mudahan menjadi Indonesia yang jauh lebih baik," pungkasnya. (Rianto Nurdiansyah)


Editor : inilahkoran