Uu: Lawan Hoax dengan Bijak Gunakan Alat Komunikasi

Dewasa ini, bencana tak melulu bicara soal kerusakan alam, seperti gempa bumi, longsor hingga tsunami. Namun bencana hoaks pun menjadi tantangan yang harus dilawan.

Uu: Lawan Hoax dengan Bijak Gunakan Alat Komunikasi
Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum (putih)
INILAH, Bandung- Dewasa ini, bencana tak melulu bicara soal kerusakan alam, seperti gempa bumi, longsor hingga tsunami. Namun bencana hoaks pun menjadi tantangan yang harus dilawan.
 
Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum menilai bencana fitnah alias hoaks ini, dampaknya sudah menerjang berbagai kalangan.
 
"Jadi apa yang kita lihat hari ini bahwa bencana itu tambah. Bencana itu ada yang alam, gempa bumi, longsor dan lainnya. Tapi sekarang ada bencana hoaks, bencana fitnah," ujar Uu, di Pusdai, Jalan Dipenogoro, Kota Bandung, Kamis (27/12).
 
Seiring majunya teknologi, berbagai berita yang belum terbukti keakuratannya dengan mudah dapat diakses oleh masyarakat. Baik itu orang tua, anak-anak maupun remaja.
 
"Siapapun yang punya handphone hari ini bisa terkena dampak itu," katanya.
 
Yang dikhawatirkan, berita bohong tersebut sampai kepada masyarakat yang mudah terprovokasi. Bila seperti itu, makan timbul kebencian bahkan perpecahan. 
 
Uu pun mengaku sempat menjadi korban dari bencana hoaks ini. Yaitu saat harus menjalani pengobatan di salah satu Rumah Sakit pada November lalu. 
 
"Contoh, di saat saya di rumah sakit langsung beredar foto saya seperti itu adanya. Di cek oleh humas ke salah satu rumah sakit, bantalnya juga beda, alat-alatnya juga beda," paparnya.
 
Dia berharap seluruh lapisan masyarakat bisa lebih bijak menggunakan alat komunikasinya. Minimal dimanfaatkan untuk kemajuan kelompok maupun golongan.
Jangan sampai digunakan untuk hal negatif yang dapat merusaka tatanan sosial.
 
"Misalnya bagi anak muda carilah peluang peluang pekerjaan, peluang piartoseun. Bagi para pengusaha carilah peluang untuk mengembangkan usahanya. Dan bagi kelompok yang lain jangan dijadikan untuk perusakan," jelas dia.
 
Memang Undang-undang ITE (Informasi  dan Transaksi Elektronik) dapat membentengi masyarakat dari bencana hoaks. Meski demikian, lanjut Uu, aturan tesebut harus ada dukungan dari masyarakat untuk menjalaninya.
 
"Undang undang juga ada. Tapi sehebat apapun undang undang kalau tidak ada kesadaran dari masyarakat akan susah," katanya.
 
Uu tak menampik, kerap kali diserang berita hoaks. Terlebih saat terpilih sebagai orang nomor dua di Jabar. "Jadi kita ini enggak bisa santai. Jadi bener harus tegas
kalau jadi pimpinan di Jabar. Jangan samakan degan bupati," ungkap mantan Bupati Tasikmalaya ini.
 
Dia akan menujukan kinerja sebaik mungkin untuk menepis berbagai berita hoaks tersebut. Juga membangun komunikasi terhadap masyarakat. 
 
"Karena kan komunikasi yang baik adalah program pemerintah sampai kepada masyarakat, keinginan masyarakat sampai kepada kami," ucapnya.
 
Bahkan, Uu menyampaikan, sempat ada pihak yang berupaya menganggu harmonisasinya dengan Gubernur Ridwan Kamil.
 
"Dan ada orang yang mencoba-coba memisahkan saya dengan Kang Emil. Pak Uu kang emil itu begini begini. Untung saya sudah pengalaman. Ada yang mencoba lewat medsos," pungkasnya. 


Editor : inilahkoran