Jabar Sudah Lakukan Vaksinasi Booster Akhir Tahun Lalu
Masyarakat Jawa Barat sudah mulai diberikan vaksinasi booster atau dosis ketiga sejak akhir tahun 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Vaksinasi booster gratis atau dosis ketiga untuk masyarakat Jawa Barat telah dimulai sejak akhir tahun lalu.
Diketahui, Presiden Joko Widodo sendiri memastikan vaksinasi booster akan diberikan gratis alias tanpa pungutan biaya dimulai pada Rabu 12 Januari 2021. Sementara di Jawa Barat, vaksinasi booster telah dilaksanakan pada 27 Desember 2021.
Ketua Divisi Percepatan Vaksinasi Covid-19 Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan, pihaknya menyelenggarakan vaksinasi booster mengingat capaian vaksin dosis pertama dan kedua di Jawa Barat telah berjalan dengan baik.
Baca Juga: Pemprov Jabar- BNPT Sepakat Cegah Aksi Terorisme dan Faham Deradikalisasi
"Vaksin dosis pertama sudah 70 persen, sekitar 79 persen. Terus vaksin dosis kedua kita sudah di atas rata-rata, dan per hari ini walaupun booster sudah diberlakukan oleh Presiden, tapi kita sudah berjalan dari 27 Desember 2021," ujar Dedi Supandi di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu 12 Januari 2022.
Selain itu, Dedi menyampaikan, saat itu pihaknya mengajukan surat kaitan dengan vaksinasi yang akan terancam kedaluarsa. Di mana ada 184 ribu dosis vaksin yang akan kadaluarsa di akhir Januari 2022.
"Dan per kemarin, vaksin yang 184 ribu itu sudah tuntas semua," ucapnya.
Dedi memastikan, Jabar siap melaksanakan vaksinasi dosis ketiga atau booster ini. Mengingat pihaknya mencatat masih ada lebih dari 1 juta dosis vaksin jenis Sinovac, sekitar 59 ribu dosis Astrazeneca dan sekitar 79 ribu jenis Pfizer yang belum kadalurasa. Sehingga dapat dimanfaatkan untuk vaksinasi booster untuk masyarakat.
Baca Juga: Tinjau Vaksinasi Anak, Kapolda Jabar Imbau 'Ulah Sieun' Divaksin
Saat ini, dia melanjutkan, vaksinasi booster akan dilakukan kepada Kabupaten/Kota dengan capaian dosis pertama di atas 70 persen, dan dosis keduanya 60 persen. Di mana ada 10 Kabupaten/Kota di Jabar yang dosis pertamanya di atas 70 persen dan dosis keduanya di atas 60 persen.
"Yakni delapan kota dan dua kabupaten, seperti Sumedang dan Bandung Barat), yang lainnya levelnya kota semua," ucapnya.
Sesuai dengan arahan Presiden, Dedi mengatakan, vaksin booster ini yang utama diberikan kepada masyarakat yang rentan.
"Pengertian rentan di sini adalah masyarakat yang mempunyai aktivitas tinggi untuk bersentuhan/bersinggungan dengan kondisi atau Covid-19, seperti pekerja kesehatan, TNI-Polri, dan guru tenaga pendidikan, itu yang akan kita utamakan," katanya. *** (Riantonurdiansyah)
Editor : inilahkoran


