Jalan Akses Masuk Rusak Parah, Warga Perum ASI Ancam Gelar Demo

Warga Perum Alam Sanggar Indah (ASI) Desa Citapen, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengeluhkan rusaknya akses jalan. Mereka pun mengancam akan menggelar aksi demonstrasi jika tidak ada itikad baik dari developer untuk memperbaikinya. 

Jalan Akses Masuk Rusak Parah, Warga Perum ASI Ancam Gelar Demo
Akses jalan menuju Perum ASi rusak parah dan hingga kini belum ada perbaikan dari developer. Warga pun mengancam akan menggelar aksi demontrasi jika jalan tidak diperbaiki juga.
Jalan Akses Masuk Rusak Parah, Warga Perum ASI Ancam Gelar Demo
Jalan Akses Masuk Rusak Parah, Warga Perum ASI Ancam Gelar Demo

iNILAHKORAN, Ngamprah - Warga Perum Alam Sanggar Indah (ASI) Desa Citapen, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengeluhkan rusaknya akses jalan. Mereka pun mengancam akan menggelar aksi demonstrasi jika tidak ada itikad baik dari developer untuk memperbaikinya. 

Selain akses jalan yang buruk, dan sama sekali belum ada perbaikan, warga pun mengeluhkan tidak adanya fasilitas penerangan jalan umum (PJU) sepanjang akses masuk ke Perumahan Alam Sanggar Indah (ASI). 

Ketua Forum PSU ASI Arif Mulyawan mengatakan, rencana aksi unjuk rasa ini dilakukan lantaran tidak adanya tindak lanjut dari developer Perum ASI, yakni PT Multi Sanggar Utama atas permohonan perbaikan jalan rusak dan beberapa fasiltas  yang seharuanya jadi kewajiban developer sebagai pengembang Perum ASI. 

"Jauh sebelum didirikannya Perum PSU ASI, kami pengurus RT/RW sudah mengajukan beberapa kali permohonan kepada pihak pengembang, baik itu mengenai akses jalan yang rusak hingga tidak adanya PJU," katanya, Minggu 15 Januari 2023. 

Bahkan, lanjutnya, PJU yang ada saat ini sudah terpasang merupakan inisiatif para pengurus RT/RW, baik di lingkungan RW 13 ataupun RW 12 yang ada di Perum Alam Sanggar Indah. 

Arif pun menyebutkan, selain mengajukan permohonan perbaikan kepada pengembang Forum PSU juga bersama pengurus RT/RW sudah berkoordinasi dengan pihak desa, bahkan ke Dinas Perkim KBB. 

"Makanya setelah berdiskusi dengan para pengurus, kami berencana melakukan aksi unjuk rasa. Intinya supaya ada perhatian dari pengembang, selain membangun unit,  mereka juga harus memperhatikan fasilitas penunjang di perum ini, salah satunya akses jalan dan penerangan," ujarnya.

Hal senada dikatakan Ketua RW 13 Perum ASI, Adi Hardianto. Menurutnya, selama berdirinya Perum ASI, pihak pengembang belum sama sekali memperbaiki akses jalan. Terutama akses jalan masuk ke perumahan ini. 

"Kami pengurus RW sudah beberapa kali berkoordinasi dengan pihak desa hingga ke Dinas Perkim. Jawaban mereka, sama. Intinya akses jalan masih kewenangan developer atau pengembang. Karena asetnya masih belum diserahterimakan," ujarnya. 

Adi mengungkapkan, selama ini untuk penerangan jalan pun semua dipasang oleh pengurus RW, Forum ASI hingga karang taruna dengan mengandalkan dana swadaya, kas RT/RW, hingga sumbangan dari para donatur. 

Buruknya akses jalan masuk, lanjut Adi banyak dikeluhkan para warga. Baik Perum Alam Sanggar Indah, maupun warga yang melintas menuju Cisalak atau Tanjungwangi. 

"Buruknya akses jalan masuk ke perumahan sudah beberapa kali menyebabkan warga yang kecelakaan. Terutama ibu-ibu para pengguna motor," ujarnya. 

Makanya, aksi demonstrasi ini dilakukan untuk menindaklanjuti Surat dari RT/RW dan Forum PSU yang sudah ditanda tangani oleh 2 kepala Desa yang ditujukan kepada Developer yang sampai saat ini tidak ada tanggapan. 


Adapun poin yang jadi tuntutan para warga, yakni : 

1. Agar PT Multi Sanggar Utama memperbaiki akses jalan masuk dan keluar perumahan yang saat ini masih dalam pengembangan
2. Memberikan penerangan jalan di malam hari terutama di jalan utama 
3. Memperbaiki insfrastruktur akibat keluar masuknya kendaraan berat


Editor : Ahmad Sayuti