INILAH, Bandung- Bahu jalan di Jalan Raya Ciparay-Arjasari Kabupaten Bandung amblas. Material jalan yang ambrol masuk ke aliran sungai dan belum ditangani petugas.
Berdasarkan pantauan pada Senin (28/1), Tembok Penahan Tanah (TPT) rubuh dan masuk ke aliran sungai. Terlihat sejumlah warga melakukan pengaturan lalu lintas di jalan ambles tersebut.
Jalan yang seharusnya dapat digunakan dua lajur kendaraan roda empat, kini hanya dapat digunakan satu lajur karena sebagian bahu jalan tersebut ambles.
Aleh Solehudin (45) salah seorang warga sekitar mengatakan, jalan yang berada di Kampung/Desa Patrolsari, Kecamatan Arjasari ambles akibat tergerus oleh aliran Sungai Patrolsari.
"Kejadiannya sekitar satu bulan yang lalu. Jalan ini ambles akibat tergerus oleh aliran sungai. Tapi sayangnya sampai sekarang belum ada perbaikan,"ujar Aleh.
Jalan tersebut menghubungkan Kecamatan Ciparay dan Arjasari. Akibatnya arus lalu lintas dari kedua arah terganggu saat melintasi jalan itu. Para pengguna kendaraan roda empat harus bergantian saat melintasi jalan itu.
Menurut Aleh, hingga kini jalan ambles itu belum dilakukan perbaikan. Padahal jalan itu merupakan jalan utama bagi wargi Ciparay yang hendak ke Arjasari dan sebaliknya.
Akibatnya, saat hujan lebat terjadi di wilayah itu dan volume air Sungai Patrolsari meninggi, aliran air sungai meluap ke jalan raya.
"Kalau airnya besar suka meluap ke jalan raya, semoga segera diperbaiki oleh pemerintah. Memang kalau yang foto foto sih sudah ada, tapi belum ada perbaikan,"katanya.
Selain di lokasi itu, masih ada jalan ambles lainnya di jalan Ciparay-Arjasari, tepatnya di Kampung Tonjong, Desa Mekarsari, Kecamatan Ciparay. Kejadian itu sudah terjadi tuga bulan lalu.
"Sekitar tiga bulan yang lalu, belum ada perbaikan," kata salah satu pengguna jalan Ridwan (34).
Tidak ada papan pemberitahuan atau imbauan kepada para pengguna jalan di dua titik jalan ambles tersebut. Jalan ambles di Kampung/Desa Pulosari, Kecamatan Arjasari ditandai oleh empat buah kerucut dan tali plastik, sedangkan jalan ambles di Kampung Tonjong, Desa Mekarsari, Kecamatan Ciparay hanya ditandai menggunakan sejumlah bambu.
"Jalan ini rawan longsor, apalagi di musim hujan seperti ini. Tidak hanya itu, kalau malam jalan ini gelap, seharusnya ada papan pemberitahuan agar para pengguna jalan tetap waspada," katanya.