INILAH, Bandung - Persib tak henti-hentinya diterjang masalah. Kali ini soal dugaan adanya match fixing yang dilakukan sejumlah pemainnya. Pelatih Mario Gomez meminta pemain fokus tidak pikirkan hal lain.
Dua kekalahan beruntun Persib dari PSMS Medan 0-1 dan PSIS Semarang 3-0, membuat posisi Persib di papan klasemen sementara Liga 1 2018 terancam digusur Bhayangkara FC yang kini memepet dengan perolehan poin sama 49 hasil 31 laga.
Gomez ingin pemainnya melupakan kekalahan terakhir dari PSIS di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Minggu (18/11) lalu dan fokus persiapan menghadapi Perseru Serui yang akan digelar di Stadon Kapten I Wayan Dipta, Bali, Jumat (23/11) nanti.
Selain itu, Bojan Malisic dkk juga diminta tidak memikirkan hal-hal nonteknis yang menganggu keharmonisan tim, salah satunya adalah persoalan adanya dugaan pengaturan skor yang dialamatkan kepada beberapa pemain Maung Bandung.
Sebelumnya, beredar kabar di media sosial, dan mulai mengemuka menjelang laga Persib menghadapi PSIS di pekan ke-31. Banyak pihak mencurigai Pelatih Persib, Mario Gomez mendapat hasutan asistenya Fernando Soler terkait tuduhan match fixing tersebut.
Kecurigaan tersebut muncul setelah beredar tangkapan layar (screenshot) di media sosial yang menyatakan Gomez secara sepihak menyalahkan beberapa pemain seperti Supardi, Ardi Idrus, Eka Ramdani, dan Ghozali Siregar terlibat dalam kasus pengaturan skor yang membuat timnya kalah 0-1 dari PSMS Medan.
Ditambah tidak diboyongnya Supardi, Ardi, dan Eka ke Magelang untuk menghadapi PSIS Semarang di pekan ke-31. Bahkan, Ghozali Siregar yang biasa bermain sebagai pemain inti pun baru bermain di babak kedua.
Gomez maupun asistennya sudah membantah tudingan itu. Menurut mereka, itu hanya pekerjaan orang-orang yang tidak suka kepadanya. Sebelumnya, Gomez beralasan memarkir Supardi dan Ardi Idrus karena kelalahan.
Manajemen Persib pun secara resmi telah melayangkan pernyataan sikap atas beredarnya rumor tersebut. Mereka memastikan tidak ada satu pun pemain Persib yang terlibat dalam kasus suap pengaturan skor.
Kini, Gomez memilih fokus melakukan evaluasi dan mengangkat kembali mental pemainnya yang ambruk pascadua kekalahan beruntun dari PSMS dan PSM. Itu terlihat dalam sesi latihan di Stadon Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (20/11) pagi.
"Banyak hal yang harus kami perbaiki dari pertandingan-pertandingan sebelumnya. Tidak hanya satu posisi saja, kami harus perbaiki secara keseluruhan. Mari bekerja demi kemenangan untuk semua. Yang terutama kita harus lebih fokus dan konsentrasi penuh. Jangan terganggu oleh hal yang lainnya. Kehilangan dua pertandingan tentu cukup sulit bagi kami," kata Gomez.