Jejak Sejarah Jembatan Cilayu Cisewu, Saksi Bisu Jalur Lama Pansela Garut
Jembatan Cilayu merupakan bagian dari jalur lama yang dahulu digunakan masyarakat untuk melintasi kawasan selatan Garut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Jembatan Cilayu di Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dikenal sebagai salah satu jembatan bersejarah di jalur Pantai Selatan (Pansela) Jawa Barat.
Jembatan ini kerap disebut warga sebagai jembatan “lama” atau “asli” karena keberadaannya sudah ada jauh sebelum pembangunan jalur Pansela versi modern.
Berdasarkan berbagai penelusuran dan dokumentasi yang beredar di media sosial, Jembatan Cilayu merupakan bagian dari jalur lama yang dahulu digunakan masyarakat untuk melintasi kawasan selatan Garut.
Jalur ini dikenal sebagai jalur baheula, yakni rute transportasi lama sebelum pemerintah membangun infrastruktur jembatan dan jalan yang lebih baru dan representatif.
Meski detail tahun pembangunan Jembatan Cilayu belum terungkap secara pasti, jembatan ini diyakini telah berdiri sebelum era 1980-an. Keberadaannya menjadi saksi perkembangan transportasi darat di wilayah Garut Selatan, terutama dalam menghubungkan antarwilayah sebelum hadirnya jalur Pansela modern.
Seiring waktu, fungsi utama jembatan ini mulai tergantikan oleh jembatan-jembatan baru yang memiliki struktur lebih kokoh dan lebar. Namun hingga setidaknya akhir 2025, Jembatan Cilayu masih dapat ditemui dan kerap menjadi perhatian warganet, terutama melalui video dan foto yang menunjukkan upaya melintasi jembatan tua tersebut.
Berbeda dengan jembatan-jembatan modern di Pansela—termasuk Jembatan Cilaki yang dikenal sebagai salah satu jembatan terpanjang di Jawa Barat—Jembatan Cilayu memiliki nilai historis dan emosional bagi masyarakat setempat. Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan bagian dari memori kolektif perjalanan dan aktivitas warga di masa lalu.
Kini, Jembatan Cilayu Cisewu lebih dikenal sebagai penanda sejarah perkembangan jalan raya di Garut Selatan. Keberadaannya mengingatkan bagaimana akses transportasi berkembang dari jalur sederhana menuju infrastruktur modern yang menopang konektivitas wilayah selatan Jawa Barat.
Editor : Firda Rachmawati
