Cerita Holis Warga Cisewu Garut soal Dugaan Intimidasi Keluarga Kades: 'Pas Saya Datang, Sudah Rame'
Holis diminta untuk datang menghadap ke rumah keluarga kepala desa. Namun situasi yang ia temui justru membuatnya terkejut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Holis Muhlisin, warga Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, akhirnya mengungkap secara terbuka kronologi dugaan intimidasi yang dialaminya usai mengunggah konten kondisi jalan rusak di wilayahnya.
Cerita tersebut disampaikan langsung kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam sebuah percakapan yang kini ramai diperbincangkan publik.
Holis mengaku, persoalan bermula setelah konten yang ia unggah di media sosial menjadi perhatian banyak orang. Unggahan itu menampilkan kondisi jalan desa dan jalan kabupaten yang rusak parah dan dinilai membahayakan warga.
“Terus abis posting itu rame lah,” kata Dedi Mulyadi menanggapi cerita Holis.
Menurut Holis, tak lama setelah unggahan tersebut viral, ia diminta untuk datang menghadap ke rumah keluarga kepala desa. Namun situasi yang ia temui justru membuatnya terkejut.
“Jadi disuruh menghadap ke rumah keluarga Pak Kades. Pas datang itu udah banyak orang di rumah Pak Kades. Saya bicara dikit juga langsung menyeruak,” ungkap Holis.
Merasa Tersudutkan, Padahal Tak Ada Niat Menuduh
Dalam pertemuan tersebut, Holis menilai pihak keluarga kepala desa merasa tersinggung dengan unggahan yang ia buat. Ia menduga konten jalan rusak tersebut dianggap menyudutkan pengelolaan dana desa.
Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi mencoba menggali lebih jauh fokus keberatan yang dipermasalahkan oleh keluarga kades.
“Kemudian yang jadi fokus mereka apa? Mereka kecewa terhadap postingan itu?” tanya Dedi.
Holis pun menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki niat menuduh atau menyudutkan siapa pun, termasuk kepala desa.
“Mungkin tersinggung, merasa disudutkan korupsi. Padahal saya nggak ada niatan, nggak jengkel sama Pak Kades juga,” kata Holis.
Ia menegaskan bahwa unggahan tersebut murni bentuk keluhan warga yang setiap hari merasakan dampak buruk jalan rusak, terutama bagi dirinya yang bekerja sebagai pedagang telur keliling.
Dedi Mulyadi: Kalau Merasa Dituduh, Tinggal Audit Dana Desa
Menanggapi dugaan bahwa unggahan Holis dianggap menyinggung pengelolaan dana desa, Dedi Mulyadi menilai persoalan itu seharusnya bisa diselesaikan secara terbuka dan transparan.
“Mereka merasa disudutkan terhadap pengelolaan dana desa hingga merasa dituduh korupsi. Itu gampang, tinggal audit aja dana desanya,” tegas Dedi.
Menurut Dedi, kritik warga terhadap kondisi infrastruktur tidak seharusnya dibalas dengan tekanan atau intimidasi, melainkan dijadikan bahan evaluasi.
Hubungan dengan Kades Masih Tegang, Masuk Tahap Mediasi
Saat ditanya mengenai hubungan dengan kepala desa pascakejadian tersebut, Holis mengaku hingga kini belum bertemu langsung dengan yang bersangkutan.
“Belum bertemu. Masih mediasi antara keluarga yang interogasi sama yang video. Jadi kebawa-bawa,” ujar Holis.
Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi berjanji akan membantu mencarikan jalan keluar agar persoalan tidak semakin melebar dan merugikan kedua belah pihak.
“Nanti saya bawa kadesnya, atau saya undang nanti,” jawab Dedi.
Editor : Firda Rachmawati


