Dedi Mulyadi Hubungi Holis Muhlisin, Warga Cisewu Garut yang Diduga Diintimidasi Keluarga Kades
Dedi Mulyadi, turun langsung merespons persoalan yang menimpa Holis Muhlisin, warga Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, yang diduga mengalami intimidasi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun langsung merespons persoalan yang menimpa Holis Muhlisin, warga Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, yang diduga mengalami intimidasi setelah mengunggah konten kondisi jalan rusak di wilayah Garut Selatan.
Perhatian Dedi Mulyadi itu ditunjukkan dengan menghubungi langsung Holis melalui sambungan telepon. Dalam percakapan tersebut, Dedi menggali latar belakang Holis serta permasalahan yang dihadapinya.
“Akang teh namanya siapa?” tanya Dedi Mulyadi saat membuka percakapan.
“Holis,” jawab warga Cisewu itu.
Dalam dialog tersebut, Dedi Mulyadi menyinggung persoalan klasik yang hingga kini masih dirasakan masyarakat Garut Selatan, khususnya soal infrastruktur jalan yang rusak dan sulit dilalui.
“Memang problem ke Garut Selatan itu infrastrukturnya, jalannya relatif jelek. Jalan desa, jalan kabupaten. Saya minta ke bupatinya untuk memprioritaskan infrastruktur jalan,” ujar Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi kemudian menanyakan alasan Holis membuat konten yang menampilkan kondisi jalan rusak tersebut.
“Akang itu kemarin ngapain sih?” tanya Dedi.
“Bikin konten, Pak,” jawab Holis singkat.
Holis menjelaskan bahwa konten tersebut dibuat bukan tanpa alasan. Ia mengaku sehari-hari bekerja sebagai pedagang telur ayam negeri keliling, yang sangat bergantung pada kondisi jalan untuk menopang mata pencahariannya.
“Dagang telur, Pak. Telur ayam negeri, keliling,” ungkapnya.
Mendengar hal tersebut, Dedi Mulyadi kembali mendalami dampak langsung dari kondisi jalan rusak terhadap pekerjaan Holis.
“Oh karena suplai telur ayam jadi harus melewati jalan itu. Suplainya pakai mobil atau motor? Sering banyak yang pecah?” tanya Dedi.
“Sering, Pak. Waktu itu pernah kecelakaan jatuh, telurnya pada pecah,” jawab Holis.
Holis juga menegaskan bahwa kerusakan jalan yang sering ia keluhkan terjadi di ruas jalan desa dan jalan kabupaten, sementara kondisi jalan provinsi dinilai jauh lebih baik.
“Sering jatuh di jalan-jalan yang diposting. Jalan kabupaten dan jalan desa. Kalau jalan provinsi bagus,” kata Holis.
Pernyataan tersebut memperkuat keluhan warga Cisewu yang selama ini merasa kondisi infrastruktur belum mendapat perhatian maksimal, meski berdampak langsung pada keselamatan dan ekonomi masyarakat.
Kasus ini mencuat setelah beredar kabar bahwa Holis diduga mendapat intimidasi dari keluarga kepala desa (kades) akibat unggahan konten jalan rusak tersebut. Perhatian dari Dedi Mulyadi pun dinilai sebagai bentuk pembelaan terhadap warga kecil yang menyuarakan kondisi riil di lapangan.
Editor : Firda Rachmawati

