Dedi Mulyadi Hubungi Kades Panggalih Cisewu, Minta Klarifikasi soal Dugaan Intimidasi

Kades Panggalih akhirnya dihubungi Dedi Mulyadi untuk klarifikasi video dugaan intimidasi yang viral.

Dedi Mulyadi Hubungi Kades Panggalih Cisewu, Minta Klarifikasi soal Dugaan Intimidasi
Dedi Mulyadi hubungi Kades Panggalih yang viral

INILAHKORAN.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya berhasil menghubungi Kepala Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, yang belakangan menjadi sorotan warganet setelah video dugaan intimidasi terhadap warga viral di media sosial.

Kepala Desa Panggalih yang diketahui bernama Wahyu tersebut dihubungi langsung oleh Dedi Mulyadi melalui sambungan panggilan video. Dalam komunikasi itu, Dedi menanyakan secara langsung penyebab munculnya polemik yang ramai diperbincangkan publik.

Dedi Mulyadi menyoroti video viral yang memperlihatkan dugaan intimidasi terhadap warga yang sebelumnya mengeluhkan kondisi jalan rusak di wilayah desa tersebut.

“Itu kenapa sampai ramai seperti itu?” tanya Dedi Mulyadi kepada Wahyu, Selasa 6 Januari 2026.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Wahyu menjelaskan bahwa peristiwa tersebut dipicu oleh kesalahpahaman di lingkungan keluarga dan masyarakat desa. Ia menyebut, warga kampung belum sepenuhnya memahami regulasi serta tata kelola pemerintahan desa.

“Di kampung kan belum paham soal regulasi dan pemerintahan desa. Awalnya ada unggahan yang menuduh kades korupsi, disertai banyak hinaan,” ujar Wahyu.

Menurut Wahyu, pihak keluarga merasa tidak nyaman dengan tudingan dan komentar negatif yang beredar di media sosial. Situasi itulah yang kemudian memicu reaksi berlebihan hingga menimbulkan persepsi intimidasi.

“Mungkin karena keluarga merasa tidak enak akibat peristiwa itu. Saya sendiri tidak tahu-menahu. Kalau ke saya memang banyak komentar negatif, tapi saya tidak menanggapi,” katanya.

Dedi Mulyadi pun mengingatkan bahwa menjadi seorang pemimpin tidak hanya soal menerima pujian, tetapi juga harus siap menghadapi kritik dan cacian dari masyarakat.

“Risiko jadi pemimpin itu bukan hanya dipuji, tapi juga dicaci maki. Saya saja setiap hari sebagai gubernur dicaci maki,” ujar Dedi.


Editor : Firda Rachmawati