Kelakar Dedi Mulyadi ke Kades Panggalih soal Anggaran: Aing Yakin Sia Teu Apal

Dedi Mulyadi melontarkan kelakar bernada sindiran terkait pemahaman kepala desa terhadap pengelolaan anggaran

Kelakar Dedi Mulyadi ke Kades Panggalih soal Anggaran: Aing Yakin Sia Teu Apal
kelakar dedi mulyadi ke kades panggalih.

INILAHKORAN.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu langsung dengan Kepala Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Wahyu, bersama jajaran perangkat desa. 

Pertemuan tersebut menjadi sorotan publik setelah Dedi Mulyadi melontarkan kelakar bernada sindiran terkait pemahaman kepala desa terhadap pengelolaan anggaran dana desa tahun 2025.

Dalam dialog itu, Dedi Mulyadi menanyakan secara langsung besaran anggaran desa yang dikelola Pemerintah Desa Panggalih pada 2025.

Tahun 2025, berapa anggaran desa?” tanya Dedi, dikutip Rabu (7/1). 

Kepala Desa Panggalih kemudian menoleh ke sekretaris desa (sekdes) sambil bertanya, “Berapa? Rp1 miliar?

Melihat respons tersebut, Dedi Mulyadi lantas berkelakar kepada Wahyu. Ia menyebut bahwa dirinya sudah menduga sang kepala desa tidak mengetahui secara rinci soal pengelolaan anggaran desa di wilayahnya.

“Sia mah pasti teu apal, aing mah yakin sia teu apal,” ujar Dedi Mulyadi, yang dalam bahasa Indonesia berarti, Anda pasti tidak tahu, saya yakin Anda tidak tahu.

Pernyataan tersebut langsung dijawab singkat oleh Wahyu.
Enggak, enggak tahu,” jawabnya sambil tersenyum.

Dedi Mulyadi kemudian melanjutkan dengan memberikan gambaran umum terkait kondisi pengelolaan dana desa yang kerap ia temui di berbagai daerah. Menurutnya, tidak sedikit kepala desa yang menyerahkan sepenuhnya urusan anggaran kepada sekretaris desa atau bendahara.

Banyak kepala desa yang tidak tahu pengeluaran desa. Kalau ditanya, jawabnya, ‘ah tidak tahu, itu urusan sekdes, saya cuma tahu dikasih uang saja’,” ujar Dedi.

Ia juga menyinggung kemungkinan adanya kepala desa yang kurang memahami pengelolaan keuangan sehingga berpotensi disalahpahami atau bahkan “dibodohi” oleh perangkat desa lainnya. Meski demikian, Dedi menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak ditujukan secara khusus kepada Kades Panggalih.

Kadang-kadang, mohon maaf tidak semua, kepala desanya suka dibodohi oleh sekdes dan bendahara. Kadang-kadang, bukan ke Anda,” tutur Dedi.

Menanggapi pernyataan Gubernur Jawa Barat tersebut, Kades Panggalih Wahyu hanya menanggapinya dengan senyuman, tanpa memberikan komentar lebih lanjut.


Editor : Firda Rachmawati