Fakta Jabatan Kades Panggalih Cisewu, Menjabat Lama Lebih dari Lima Tahun

Setelah viralnya video dugaan intimidasi, sosok Kades Panggalih, Cisewu menjadi sorotan. Dia diketahui telah menjabat lebih dari lima tahun.

Fakta Jabatan Kades Panggalih Cisewu, Menjabat Lama Lebih dari Lima Tahun
Sosok Kades Panggalih, Wahyu.

INILAHKORAN.ID - Sosok Kepala Desa (Kades) Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, mendadak menjadi perhatian publik. Nama Wahyu, yang telah menjabat sebagai kepala desa sejak 2019, ramai diperbincangkan warganet menyusul beredarnya video dugaan intimidasi terhadap seorang warga yang menyuarakan keluhan soal kondisi jalan desa.

Viralnya video tersebut membuat publik menyoroti kepemimpinan Wahyu yang telah berlangsung lebih dari lima tahun. 

Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, terlihat adanya percakapan bernada tinggi antara beberapa orang diduga keluarga kades dan seorang warga yang mempertanyakan perbaikan infrastruktur jalan yang dinilai tak kunjung terealisasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun INILAHKORAN.ID, Wahyu terpilih sebagai Kepala Desa Panggalih pada 2019, menggantikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa sebelumnya, Rusmana. Sejak saat itu, Wahyu memimpin Desa Panggalih hingga kini, melewati berbagai dinamika pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Masa jabatan Wahyu yang telah melampaui lima tahun kini menjadi sorotan, seiring ekspektasi warga terhadap percepatan pembangunan desa, khususnya di sektor infrastruktur. Keluhan mengenai kondisi jalan desa yang rusak dinilai mencerminkan masih adanya pekerjaan rumah yang belum terselesaikan selama masa kepemimpinannya.

Isu ini pun memantik diskusi luas di media sosial. Sejumlah warganet mempertanyakan efektivitas kepemimpinan kepala desa dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, sementara sebagian lainnya menilai perlunya klarifikasi menyeluruh agar persoalan tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan.

Jalan Desa Jadi Titik Masalah

Keluhan warga terkait kondisi jalan disebut bukan hal baru. Infrastruktur jalan desa yang rusak dinilai berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. Karena itu, ketika keluhan tersebut disampaikan dan berujung pada dugaan intimidasi, perhatian publik pun semakin menguat.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi lanjutan terkait video viral tersebut. Namun kasus ini menegaskan pentingnya komunikasi terbuka antara pemerintah desa dan masyarakat, terutama di tengah masa jabatan kepala desa yang telah berjalan cukup panjang.


Editor : Firda Rachmawati