Keluarga Diduga Intimidasi Warga, Kades Panggalih Cisewu: Maklum Tak Tahu Menahu
Kades Panggalih menyebut tindakan yang dilakukan keluarganya atas ketidaktahuan mereka.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kepala Desa (Kades) Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Wahyu, memberikan penjelasan terkait viralnya video dugaan intimidasi terhadap warga yang mengeluhkan kondisi jalan rusak di wilayahnya.
Wahyu menyebut, peristiwa tersebut dipicu oleh reaksi emosional pihak keluarga yang merasa tidak nyaman dengan tudingan di media sosial.
Penjelasan itu disampaikan Wahyu saat dihubungi langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui sambungan panggilan video, setelah namanya ramai diperbincangkan warganet.
Dalam percakapan tersebut, Dedi Mulyadi menanyakan alasan persoalan itu berkembang hingga menjadi perhatian publik.
“Itu kenapa sampai ramai seperti itu?” tanya Dedi Mulyadi.
Menanggapi hal itu, Wahyu menjelaskan bahwa masyarakat di kampungnya belum sepenuhnya memahami regulasi dan tata kelola pemerintahan desa.
Ia menyebut, persoalan bermula dari unggahan di media sosial yang menuding dirinya melakukan korupsi, disertai komentar bernada penghinaan.
“Di kampung kan belum tahu soal regulasi dan pemerintahan desa. Awalnya ada yang memposting kades korupsi, banyak penghinaannya,” ujar Wahyu.
Menurut Wahyu, unggahan tersebut memicu reaksi dari pihak keluarga yang merasa tersinggung dan tidak nyaman, hingga akhirnya muncul dugaan intimidasi terhadap warga.
“Maklum keluarga merasa tidak enak akibat peristiwa itu. Saya sendiri tidak tahu-menahu. Kalau ke saya memang banyak yang negatif, tapi tidak saya tanggapi,” katanya.
Menanggapi penjelasan tersebut, Dedi Mulyadi mengingatkan bahwa menjadi pemimpin selalu diiringi risiko kritik, bahkan hujatan dari masyarakat, terutama di era media sosial.
“Risiko pemimpin itu bukan hanya dipuji, tapi juga dicaci maki. Saya saja setiap hari sebagai gubernur dicaci maki,” ujar Dedi.
Editor : Firda Rachmawati


