Ditanya soal Jalan Rusak, Begini Jawaban Kades Panggalih ke Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi bertanya soal jalan rusak ke Kades Panggalih yang sudah menjabat enam tahun.

Ditanya soal Jalan Rusak, Begini Jawaban Kades Panggalih ke Dedi Mulyadi
pernyataan Kades Panggalih jadi sorotan saat ditanya soal jalan rusak

INILAHKORAN.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kondisi infrastruktur desa saat berdialog langsung dengan Kepala Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Wahyu

Dalam percakapan tersebut, Dedi mempertanyakan prioritas pembangunan desa yang dinilai belum menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat.

Dedi secara langsung menanyakan panjang jalan desa yang mengalami kerusakan di wilayah Panggalih.

“Jalan desa di daerah bapak itu ada berapa kilometer yang rusak?” tanya Dedi Mulyadi.

Wahyu menjawab bahwa total jalan desa yang rusak mencapai sekitar 13 kilometer. Mendengar hal tersebut, Dedi kemudian menanyakan lama masa kepemimpinan Wahyu sebagai kepala desa.

“Sudah enam tahun, Pak,” jawab Wahyu.

Dedi pun melanjutkan pertanyaannya dengan menyoroti realisasi pembangunan infrastruktur selama masa jabatan tersebut, khususnya pembangunan jalan desa setiap tahunnya.

Menanggapi hal itu, Wahyu menjelaskan bahwa selama dua tahun masa pandemi Covid-19, pembangunan infrastruktur jalan tidak dapat dilakukan. Pada periode berikutnya, pemerintah desa justru memprioritaskan pembangunan gedung olahraga (GOR).

“Waktu dua tahun Covid tidak bisa membangun, lalu akhirnya membangun GOR,” ujar Wahyu.

Namun, keputusan tersebut mendapat sorotan langsung dari Dedi Mulyadi. Ia mempertanyakan alasan pembangunan GOR yang didahulukan dibandingkan perbaikan jalan desa yang rusak.

“Kenapa membangun GOR, bukan mendahulukan jalan?” tanya Dedi.

Wahyu menjawab bahwa pembangunan GOR dilakukan berdasarkan aspirasi sebagian masyarakat yang menginginkan fasilitas olahraga tersebut.

“Itu keinginan masyarakat, ingin ada GOR. Alhamdulillah sekarang sudah ada GOR baru,” katanya.

Meski demikian, Dedi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah desa.

“Seharusnya bangun jalan beton dulu, baru GOR,” tegas Dedi Mulyadi.


Editor : Firda Rachmawati