Pemprov Jabar Tegaskan Situs Gunung Padang Bukan Piramida, Kesimpulan Punden Berundak Menguat!

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan keberadaan situs Gunung Padang di Kabupaten Cianjur bukanlah piramida lantaran tidak memiliki bukti yang kuat.

Pemprov Jabar Tegaskan Situs Gunung Padang Bukan Piramida, Kesimpulan Punden Berundak Menguat!
istimewa

INILAHKORAN.ID-Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan keberadaan Situs Gunung Padang di Kabupaten Cianjur bukanlah piramida lantaran tidak memiliki bukti yang kuat.

Berdasarkan hasil penelitian memperkuat kesimpulan bahwa Situs Gunung Padang merupakan punden berundak atau teras berundak, bentuk bangunan megalitikum yang lazim digunakan masyarakat kuno untuk aktivitas ritual.

“Yang ada itu undak berundak. Batu di bagian dalam diperkirakan sebagai pondasi, lalu bagian atasnya ditata. Bentuknya tidak akan banyak berubah, hanya semakin rapi dan terbaca,” Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat, Iendra Sofyan Selasa 6 Januari 2025.

Menurutnya narasi Gunung Padang sebagai piramida tidak memiliki dasar kuat secara ilmiah berdasarkan hasil ekskavasi terbaru. 

Meski demikian, Pemprov Jabar tetap menunggu hasil akhir kajian yang dilakukan Kementerian Kebudayaan.

“Ini masih penilaian awal. Tapi dari kementerian sudah menyampaikan bahwa tema besar situs ini adalah ritual, bukan pusat kerajaan,” tuturnya.

Pemugaran Situs Gunung Padang ditargetkan rampung dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Pemerintah berharap, setelah proses selesai, publik dapat memahami Gunung Padang secara lebih proporsional sebagai warisan budaya penting, bukan sekadar sensasi sejarah.

Hingga kini, Pemugaran yang dilakukan Kementerian Kebudayaan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan satu hal penting, Gunung Padang bukanlah piramida, sebagaimana ramai diperbincangkan di ruang publik.

Iendra menyebut Pemugaran yang berlangsung sejak Desember 2025 bertujuan menata ulang struktur situs agar bentuk aslinya semakin jelas dan utuh, bukan mengubah karakter bangunan.

Pemugaran itu bukan membangun ulang, tapi menata. Batu-batu yang posisinya tidak rapi diluruskan agar struktur aslinya bisa terbaca dengan baik,” ujar Iendra.

Menurut Iendra, kajian arkeologis dan proses ekskavasi sebenarnya telah dilakukan sejak lama. Dari hasil penggalian sementara, tidak ditemukan struktur batuan yang mengarah pada bentuk piramida.

“Batunya tidak sampai ke dalam. Setelah diekskavasi, paling dalam hanya sekitar 1 sampai 1,5 meter. Jadi tidak ditemukan struktur piramida,” ucapnya.***


Editor : JakaPermana