Terbukti Efektif, Hasil Hemat Anggaran WFH 100 Persen Setiap Kamis Buat Infrastruktur Jabar

Pemerintah Provinsi Jawa Barat dinilai efektif menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) setiap Kamis. Kebijakan tersebut mampu menekan biaya operasional.

Terbukti Efektif, Hasil Hemat Anggaran WFH 100 Persen Setiap Kamis Buat Infrastruktur Jabar
Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryatman

INILAHKORAN.ID-Pemerintah Provinsi Jawa Barat dinilai efektif menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) setiap Kamis. Kebijakan tersebut mampu menekan biaya operasional.

Terbukti selama 2025 kemarin Pemerintah Provinsi Jawa Barat mampu menghemat biaya rutin seperti penggunaan listrik, air, bahan bakar hingga makan dan minum. Hasil dari penghematan akan diprioritaskan ke program utama, yakni pembangunan infrastruktur.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryatman mengatakan, telah ditetapkan WFH penuh 100 persen di tiap Kamis, untuk ASN di bagian administratif atau non-pelayanan publik.

Bahkan lanjut Herman, dimungkinkan pula WFH ditambah pada Jumat, bila nyatanya berpotensi memberikan penghematan signifikan bagi Pemprov Jabar.

Namun tetap tegas Herman, dengan catatan WFH tidak boleh menganggu kinerja ASN.

"WFH sudah jelas, tiap Kamis kita WFH dan Jumat dimungkinkan, apabila ada pertimbangan potensi penghematan. Tentu dengan catatan tidak mengganggu kinerja," ujar Herman usai mengikuti paripurna di Kantor DPRD Jabar, Kota Bandung, Senin 5 Januari 2025.

Dia melanjutkan, saat ini tengah berada di era digital government. Di mana, tidak ada lagi sekat penghambat bagi pemerintah dalam bekerja. Sehingga, peluang ini harus dimaksimalkan agar memberikan dampak lebih besar.

"Sekarang kan digital government. Contoh, buat surat kan bisa di mana saja, kapan saja. Koordinasi, bisa call. Yang tidak bisa, yang human touch. Contoh layanan Bapenda. Di Samsat langsung hadir. Tapi layanan indirect bisa dipandu secara digital. Saya kira tidak ada masalah," ucapnya.

Sisi lain, Gubernur Dedi Mulyadi kata dia, telah menegaskan bahwa inovasi WFH untuk efisiensi ini jangan sampai mengorbankan efektivitas dan kreativitas.

"Karena catatan Pak Gubernur itu, efisiensi tidak mengorbankan efektivitas, karena tugas kita memberikan layanan terbaik, cepat, murah, aman," tandasnya.***


Editor : JakaPermana