Jelang Duel Krusial Lawan Bahrain, Rizky Ridho Minta Dukungan Penuh: jangan ada banding-bandingkan lagi karena semuanya ingin yang terbaik untuk timnas Indonesia
Bek Tim Nasional Indonesia, Rizky Ridho, menegaskan bahwa urusan pemilihan pemain dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Bahrain sepenuhnya menjadi hak pelatih Patrik Kluivert.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Bek Tim Nasional Indonesia, Rizky Ridho, menegaskan bahwa urusan pemilihan pemain dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Bahrain sepenuhnya menjadi hak pelatih Patrik Kluivert.
Ia meminta agar semua pihak mendukung keputusan pelatih tanpa membanding-bandingkan pemain.
“Siapapun yang dipilih untuk pelatih untuk menjadi starter ataupun sebagai pemain pengganti, semuanya akan menampilkan yang terbaik. Jadi tolong jangan ada banding-bandingkan lagi karena semuanya ingin yang terbaik untuk Timnas Indonesia,” ujar Ridho dikutip dari ANTARA.
Pada pertandingan sebelumnya melawan Australia, Timnas Indonesia mengalami kekalahan telak 1-5. Dalam laga tersebut, Rizky Ridho masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-66 untuk menggantikan Sandy Walsh yang mengalami cedera.
Setelah masuknya Ridho, lini pertahanan Indonesia yang diisi oleh Jay Idzes dan Calvin Verdonk terlihat lebih solid dibandingkan sebelumnya.
Pelatih Patrik Kluivert pada awal laga menurunkan trio Mees Hilgers, Jay Idzes, dan Calvin Verdonk di lini belakang. Namun, serangan bertubi-tubi dari Australia membuat Indonesia harus mengakui keunggulan tim tuan rumah.
Kekalahan ini membuat langkah Timnas Indonesia semakin sulit untuk mengamankan posisi dua besar Grup C. Saat ini, Indonesia berada di peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi enam poin, jumlah yang sama dengan Bahrain dan China.
Menyadari situasi yang tidak mudah, Ridho mengakui bahwa ia dan rekan-rekannya merasa kecewa dengan hasil pertandingan melawan Australia. Namun, ia menegaskan bahwa tim sudah melupakan kekalahan itu dan kini fokus penuh menghadapi Bahrain di Jakarta.
“Ya tentunya setelah kekalahan kita kecewa dengan hasil itu. Tentunya kita evaluasi dan nggak boleh lama lama terlalu larut dengan kecewa itu, karena kita ada game penting juga besok dan kita main di home juga harus. Insya allah kita harus meraih kemenangan,” tegas bek Persija Jakarta itu.
Pada pertemuan sebelumnya melawan Bahrain pada Oktober 2024, Timnas Indonesia merasa dicurangi oleh keputusan wasit Ahmed Al Kaf.
Saat itu, sang pengadil dinilai memberikan tambahan waktu yang terlalu panjang, sehingga memungkinkan Bahrain mencetak gol penyama kedudukan.
Namun, untuk pertandingan kali ini, laga Indonesia melawan Bahrain akan dipimpin oleh wasit asal Tajikistan, Sadullo Gulmurodi.
Meski memiliki pengalaman pahit dengan keputusan wasit di laga sebelumnya, Ridho memilih untuk tidak terlalu banyak berkomentar mengenai kepemimpinan wasit dan lebih fokus pada persiapan tim.
“Kalau untuk wasit, kita tidak bisa kontrol. Yang terpenting kita harus persiapan lebih baik lagi dari Bahrain, dan kita harus memenangkan pertandingan,” ujarnya mengakhiri pembicaraan.
Dengan atmosfer kandang dan dukungan penuh dari suporter, Timnas Indonesia berharap bisa mengamankan tiga poin penting dalam laga melawan Bahrain.
Jika mampu meraih kemenangan, Indonesia akan memiliki peluang lebih besar untuk tetap bersaing di Grup C dalam upaya lolos ke fase berikutnya kualifikasi Piala Dunia 2026.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan

