Jelang Idulfitri, Disperindag Jabar Pastikan Stok Aman dan Harga Sembako Terkendali
Disperindag Jabar memperketat pengawasan pasokan bahan kebutuhan pokok menjelang Idulfitri
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Lebaran Idulfitri 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperketat pengawasan harga dan pasokan barang kebutuhan pokok. Hasil pemantauan terbaru menunjukkan stok sembako di seluruh wilayah Jawa Barat dalam kondisi aman, dengan harga yang relatif stabil.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat, Nining Yuliastiani menegaskan, pemerintah daerah telah melakukan monitoring langsung ke lapangan serta berkoordinasi intensif dengan distributor, pelaku usaha, dan instansi terkait.
“Berdasarkan hasil pemantauan ke lapangan serta koordinasi bersama distributor, pelaku usaha, dan instansi terkait, ketersediaan komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula pasir, daging, telur, dan komoditas pangan lainnya terpantau stabil,” ujar Nining, Rabu 4 Maret 2026.
Secara umum kata dia, harga kebutuhan pokok berada dalam rentang yang terkendali. Namun, terdapat satu komoditas yang masih berada di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP), yakni cabai rawit merah. Kondisi tersebut dipengaruhi faktor cuaca yang berdampak pada produksi di sejumlah sentra pertanian.
“Hanya komoditas cabai rawit merah yang saat ini masih berada di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP) akibat faktor cuaca yang mempengaruhi produksi di sejumlah wilayah sentra. Namun demikian, secara tren harga cabai rawit merah telah menunjukkan penurunan,” jelasnya.
Selain itu, harga dan ketersediaan daging sapi juga menjadi perhatian serius Pemprov Jabar. Disperindag memastikan stok daging sapi dalam kondisi aman menjelang puncak kebutuhan saat Lebaran.
“Terkait dengan kondisi daging sapi yang saat ini menjadi perhatian publik, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa stok daging sapi dalam kondisi aman,” tegas Nining.
Ia menjelaskan, pemenuhan kebutuhan daging sapi di Jawa Barat sebagian besar dipasok dari luar daerah, baik melalui distribusi antarprovinsi, sapi impor, maupun daging impor. Saat ini, pasokan yang paling banyak dimanfaatkan di wilayah perkotaan adalah sapi impor hasil penggemukan.
“Dari hasil monitoring langsung kepada distributor dan perusahaan feedlot, kebutuhan daging sapi selama masa HBKN telah dipersiapkan dengan baik. Saat ini tersedia sekitar 30.000 ekor sapi di feedlot yang disiapkan untuk mendukung kebutuhan selama HBKN Idul Fitri,” paparnya.
Ketersediaan tersebut dipastikan tidak akan mengganggu suplai untuk bulan berikutnya. Dari sisi harga, sapi hidup hasil penggemukan di tingkat feedlot berada di kisaran Rp55 ribu per kilogram bobot hidup (BH). Dengan harga karkas di Jawa Barat yang tidak melebihi Rp107.000 per kilogram, maka harga daging sapi di tingkat konsumen diperkirakan berada pada rentang Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan kebutuhan pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan per 3 Maret 2026, harga rata-rata daging sapi di pasar pantauan Jawa Barat tercatat Rp136.000 per kilogram. Angka tersebut menunjukkan harga relatif terkendali di lapangan.
Sisi lain, Pemprov Jabar kata Nining, akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor, melakukan pemantauan harga dan distribusi secara intensif, serta menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas selama periode HBKN Idul Fitri 2026.
“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan melakukan pembelian secara bijak sesuai kebutuhan. Pemerintah menjamin ketersediaan pasokan tetap aman sehingga tidak diperlukan pembelian secara berlebihan (panic buying) yang dapat memicu gejolak harga di pasaran,” pintanya.
Dengan stok yang terjaga dan harga dalam koridor pemerintah, Disperindag Jabar optimistis, perayaan Idul Fitri 2026 di Jawa Barat berlangsung dengan pasokan aman dan harga sembako tetap terkendali.
Editor : Ahmad Sayuti

