Jelang Malam Tahun Baru Harga Telur Terus Naik

Jelang pergantian tahun, harg atelur di Kota Badung terus merankak naik. Terbaru, Jumat 31 Desember 2021 harga telur Rp34 ribu per kilogram

Jelang Malam Tahun Baru Harga Telur Terus Naik
Kadisdagin Kota Bandung Elly Wasliah

INILAHKORAN, Bandung - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, mencatat kenaikan sejumlah bahan pokok yang masih terjadi. Salah satunya adalah harga telur saat ini yang mencapai Rp33 ribu hingga Rp 34 ribu per kilogramnya.

Menurut Kepala Disdagin Kota Bandung Elly Wasliah, bahwa hingga saat ini pihaknya terus melakukan pemantauan terkait kenaikan harga telur di sejumlah pasar di Kota Bandung.

"Jadi memang, Disdagin sampai dengan Tahun Baru ini terus memantau setiap hari, dan hari ini pun baru selesai yah. Memang harga telur nih yang naik, beberapa komoditas yang memang mengalami kenaikan signifikan itu telur," kata Elly pada Jumat 31 Desember 2021.

Baca Juga: Masa Angkutan Nataru, Hingga Hari Ini Daop 2 Bandung Tidak Berangkatkan KA Tambahan

Menurut Elly, bahwa harga telur ketika ditinjau beberapa lalu bersama Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung Yana Mulyana, masih di harga Rp31 ribu per kilogramnya.

"Hari ini sudah di 33 ribu sampai 34 ribu kenaikannya. Sedangkan harga eceran tertinggi (HET) nya itu Rp 24 ribu. Sesuai dengan peraturan menteri perdagangan No 07 tahun 2020. Sehingga itu sudah hampir 9 ribu sampai 10 ribu di atas HET. HETnya 24 rb, sekarang telur sudah di 33 ribu sampai 34 ribu. Nah ini yang memang naiknya terus meningkat," ucapnya.

Sambung dia, bahwa saat ini akan melakukan pengendalian harga. Salah satunya adalah dengan operasi pasar. Namun, kata Elly, hal tersebut akan dilakukan satu pekan setelah Tahun Baru 2022.

Baca Juga: Harga Bahan Pokok Naik Drastis, DPRD Minta Perbanyak Operasi Pasar

"Ya kita lihat lah, kan besok sudah Tahun Baru. Nah nanti setelah Tahun Baru, kita lihat satu minggu. Apakah ada pergerakan turun," ujar dia.

Elly menambahkan, bahwa saat ini Pemerintah Kota Bandung akan mencari sejumlah pihak untuk diajak kerjasama untuk diadakan operasi pasar.

"Tapi setelah seminggu setelah tahun baru yah. Karena kalau Tahun Baru tidak langsung turun. Kalau memang masih bertengger seminggu setelah Tahun Baru, ya Insya Allah lah seperti yang minyak goreng yang kita lakukan, operasi pasar," tandasnya. *** (Yogo Triastopo)


Editor : inilahkoran