Jelang Muscab ke V DPC Iwapi Kabupaten Bogor, Sejumlah Ketua Ranting Kecewa Gegara Ini...
Ada kekecewaan dari sejumlah ketua dan pengurus ranting DPC IWAPI Kabupaten Bogor jelang Muscab ke V. Gara-gara apa?
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Sejumlah ketua dan pengurus ranting DPC Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Bogor kecewa jelang Muscab (Musyawarah Cabang) ke V.
Muscab Ke V DPC Iwapi Kabupaten Bogor pada Rabu 9 Februari 2022 mendatang, dilaksanakan dalam rangka pemilihan Ketua DPC Iwapi Kabupaten Bogor periode 2021-2026.
"Saya kecewa atas dugaan penjegalan bu Sri Mulyati (Riri) sebagai calon ketua melalui persyaratan yang tidak krusial, padahal kami ingin memajukan DPC Iwapi Kabupaten Bogor, dimana awalnya ada demokrasi dan bukannya malah aklamasi," ujar Ketua Ranting Tajur Halang Iwapi Kabupaten Bogor Imas Maryati kepada wartawan, Kamis 4 Februari 2022.
Baca Juga: Kepalang Parno! Christian Sugiono Ogah Berdekatan dengan Orang Lain Gegara Omicron
Dia menerangkan syarat sertifikat kepemimpinan maupun tidak melakukan pembayaran iuran selama lima bulan, tidak krusial dibandingkan bahwa calon Ketua lainnya baru pindah domisilinya dari Kota ke Kabupaten Bogor di Bulan Desember Tahun 2021 lalu demi memenuhi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD-ART) Iwapi.
"Calon ketua DPC Iwapi lainnya sekaligus pertahanan kan baru pindah domisili dari Kota Bogor, lalu ketidak memenuhinya syarat atau pelanggaran aturan AD-ART bahwa DPC Ketua Iwapi Kabupaten Bogor merupakan warga Kabupaten Bogor kenapa selama 5 tahun dibiarkan begitu saja," terang wanita yang sudah 17 tahun menjadi Ketua Ranting Iwapi Tajur Halang tersebut.
Baca Juga: Jangan Remehkan Omicron! dr Erlina Burhan: Gejala Ringan Tak Berlaku untuk Lansia
Ketua Ranting Iwapi Jasinga Lilis Rosalinda menuturkan bersama Ranting Iwapi Nanggung, Sukajaya dan Cigudeg, juga kecewa terhadap Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) Muscab Ke V DPC Iwapi Kabupaten Bogor.
Pasalnya, ia dan rekan-rekannya lebih mendukung Sri Mulyati (Riri) ketimbang Inne Roswianita selaku incumbent Ketua DPC Iwapi Kabupaten Bogor.
"Saya lebih memilih bu Riri sebagai Ketua ketimbang bu Inne, karena pengurus DPC Iwapi Kabupaten Bogor saat ini diluar bu Riri tidak pernah mengunjungi Ranting maupun berkomunikasi dengan kami yang ada di ujung wilayah barat Kabupaten Bogor," tutur Lilis.
Baca Juga: Gaya Sholat Ini Anti Bahaya Buat Perempuan Hamil, Buya Yahya: Lakukan Supaya Bayinya Selamat!
Ia juga mengaku ditawari perpanjangan surat keputusan (SK) Ketua Ranting Iwapi Jasinga, asalkan mendukung bu Inne Roswianita. Namun tawaran tersebut tegas ditolak oleh Lilis.
"Saya dapat SK Ketua Ranting Iwapi di Tahun 2005 lalu yaitu di zaman kepemimpinan bu Ratu, namun dua periode terakhir malah tidak dapat perpanjangan SK dan akan dibuatkan dengan sistem tanggal mundur, asal mendukung calon incumbent," tambahnya.
Ketua Ranting Iwapi Citeureup Hepi mengaku sudah bergerak mengharumkan nama Iwapi di wilayahnya dengan program pelatihan merangkai bunga maupun ketrampilan lainnya.
Baca Juga: Kuasa Hukum Doddy Sudrajat Minta Pihak Luar Tak Ikut Campur Masalah Kliennya dengan Haji Faisal
"Sejak Tahun 2018 atau 4 tahun kami bergerak melaksanakan beberapa program kegiatan termasuk memiliki seragam Iwapi, tetapi hingga kini kami belum mendapatkan SK dari incumbent. Jujur, kami kecewa dan berharap ada demokrasi di DPC Iwapi Kabupaten Bogor," papar Hepi.
Ia melanjutkan, selain di Kecamatan Tajur Halang, Jasinga, Cigudeg, Sukajaya da Nanggung, Ranting Iwapi Cigombong dan Ciseeng juga merasakan kekecewaan denga alasan yang berbeda atau beragam, termasuk tidak ada sosialisasi ke ranting-ranting tentang syarat-syarat calon Ketua DPC Iwapi Kahupaten Bogor.*** (Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran


