Jangan Remehkan Omicron! dr Erlina Burhan: Gejala Ringan Tak Berlaku untuk Lansia
Menurut dr Erlina Burhan, gejala ringan akibat terpapar varian Omicron Covid 19 hanya berlaku untuk kalangan muda yang sehat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Jangan pernah remehkan varian Omicron Covid 19. Ternyata, gejala ringan ketika terpapar Omicron tidak berlaku bagi kalangan lansia.
Dokter spesialis Penyakit Paru dari RSUP Persahabatan dr Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) yang menjelaskan soal kemungkinan para lansia mengalami gejala berat saat terpapar varian Omicron.
Menurut dr Erlina Burhan, penyakit yang ditimbulkan oleh Omicron memang lebih ringan daripada Delta.
Namun hal ini perlu diwaspadai, sebab gejala ringan terjadi pada kelompok mereka yang sehat dan muda.
Untuk kelompok tertentu, seperti orang lanjut usia, anak-anak balita yang belum divaksin, orang dengan kormobid atau penyakit bawaan yang kronis dan tidak terkendali, akan mengalami gejala berat sehingga perlu dirawat di rumah sakit.
âDengan sistem imun yang turun, orang-orang dengan kelompok tersebut dapat mudah tertular, apalagi jika lansia dengan komorbid belum divaksinasi.
Baca Juga: Ketimbang Bali, Umuh Muchtar Sebut Liga 1 Lebih Aman Berlangsung di Yogyakarta
"Jangan terlalu meremehkan, karena ada kelompok-kelompok yang rentan yang harus kita lindungi," ujar dr Erlina Burhan dalam webinar pada Kamis 3 Februari 2022.
Saat ini kasus Covid 19 semakin meningkat, pertambahan kasus harian per tanggal 30 Januari 2022 mencapai 12.442 orang.
Okupansi tempat tidur di rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR) juga meningkat.
Baca Juga: Kenali Ciri dan Cara Kamu Harus Ruqyah Mandiri Berikut Ini! Ustadz Khalid Basalamah: Jangan Takut
Sementara itu, masyarakat semakin banyak yang beraktivitas di luar untuk bekerja, pendidikan tatap muka, bertemu keluarga, rekreasi, dan lain-lain.
Protokol kesehatan juga mulai terlihat kendur. Penggunaan masker di tempat umum terlihat tidak sebaik sebelumnya.
Meningkatnya kasus Covid 19, disebabkan oleh hantaman Omicron yang diketahui sangat mudah menular dibandingkan dengan Delta. Bahkan, kematian akibat Omicron juga sudah dilaporkan.
Baca Juga: Mal Festival Citylink Bandung Ditutup Tiga Hari, Buntut Insiden Kerumunan Barongsai
Selain itu, dr Erlina mengatakan jika Omicron naiknya tinggi maka akan terjadi lonjakan seperti pada Juli-Agustus 2021 sehingga kemungkinan sistem kesehatan juga akan kewalahan.
Sebab semakin banyak kasus, maka makin banyak juga orang yang perlu dirawat baik secara isolasi mandiri di rumah, maupun di berbagai rumah sakit
"Virus ini tertular karena ada interaksi antar manusia. Jadi, kalau tidak penting-penting banget, janganlah bepergian. Saya juga sarankan jangan makan bersama di kantor, melainkan makan sendiri-sendiri di ruangannya masing-masing. Karena pada saat makan, kita buka masker dan kemungkinan penularan tinggi," kata dr Erlina.
Baca Juga: Kabar Terbaru Persib! Dokter Tim Ungkap Kondisi Para Pemain yang Terpapar Covid 19
Lalu dr Erlina juga menyadari bahwa masyarakat sudah banyak yang terlena dan abai dengan protokol kesehatan karena menganggap Omicron tidak berbahaya.
"Kita terlena bahwa kasus Omicron tanpa gejala dan ringan, jadi masyarakat enggak perlu panik. Saya setuju ini, tapi waspada itu tetap harus," ujarnya.
Untuk menekan angka kenaikan kasus, dr Erlina menyarankan agar masyarakat kembali meningkatkan protokol kesehatan.
Selain itu, perlu dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh, seperti makan makanan bergizi, dan istirahat yang cukup.
Baca Juga: Korban si Ayah di Padalarang Memperkosa Anak Kandung Menderita Penyakit Seksual Menular
Konsumsi suplemen imunomodulator dan vitamin juga dapat dipertimbangkan untuk membantu meningkatkan imunitas.***
Editor : inilahkoran


