Jelang Musim Tanam, Stok Pupuk Urea Bersubsidi di Cirebon Capai 8.885 Ton
Stok pupuk Urea bersubsidi di Cirebon mencapai 8.885,7 ton menjelang musim tanam Okmar 2026–2027. Pupuk Kujang memastikan pasokan di Jawa Barat tetap terjaga.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Ketersediaan pupuk urea bersubsidi di wilayah Cirebon mencapai 8.885,7 ton menjelang musim tanam Oktober–Maret (Okmar) 2026–2027. PT Pupuk Kujang Cikampek memastikan pasokan pupuk tetap terjaga untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan petani setelah kemarau panjang melanda sejumlah wilayah Jawa Barat.
Berdasarkan data hingga 15 Oktober 2026, total stok pupuk bersubsidi di Jawa Barat tercatat mencapai 98.011,8 ton. Persediaan tersebut disiapkan untuk mendukung aktivitas pertanian seiring perkiraan datangnya musim penghujan pada pekan ketiga Oktober.
VP Komunikasi Korporat PT Pupuk Kujang, R. Idho Pramana, mengatakan, perusahaan terus mempertahankan kegiatan produksi meskipun sebagian petani terpaksa menunda masa tanam akibat kemarau panjang.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan pupuk di gudang tetap mencukupi ketika petani mulai kembali mengolah lahan pertanian.
“Langkah ini diambil demi menjamin ketersediaan pupuk saat para petani mulai memasuki masa tanam, sekaligus mendukung penguatan cadangan pangan strategis nasional,” kata Idho, Senin, (19/10/2026).
Idho menjelaskan, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat, wilayah tersebut telah memasuki fase peralihan musim pada dasarian kedua Oktober 2026.
Meski belum seluruh wilayah diguyur hujan, musim penghujan diperkirakan mulai berlangsung pada pekan ketiga Oktober. Peralihan musim diprediksi bergerak dari wilayah selatan menuju kawasan tengah hingga utara Jawa Barat.
Menurut Idho, datangnya musim penghujan menjadi momentum bagi petani untuk kembali memulai aktivitas tanam. Karena itu, perusahaan terus menjaga kesiapan produksi dan distribusi pupuk agar kebutuhan petani dapat terpenuhi.
“Jadi para petani tak perlu khawatir, bisa segera menebus di kios resmi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Idho menyebutkan, dari total stok pupuk bersubsidi di Jawa Barat, sebanyak 69.212,7 ton merupakan pupuk Urea, sedangkan pupuk NPK mencapai 28.799 ton.
Sementara itu, khusus wilayah Cirebon, persediaan pupuk Urea bersubsidi tercatat sebanyak 8.885,7 ton. Ketersediaan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga pasokan pupuk menjelang dimulainya musim tanam penghujan.
Ia mengungkapkan, kemarau panjang yang diwarnai tantangan fenomena El Nino menjadi ujian bagi petani karena berdampak terhadap aktivitas pertanian dan jadwal tanam.
Meski demikian, kondisi tersebut dimanfaatkan Pupuk Kujang untuk memastikan kesiapan jaringan logistik dan keandalan rantai pasok. Perusahaan tetap menjalankan produksi secara konsisten meskipun aktivitas tanam di sejumlah wilayah mengalami penundaan.
“Pupuk Kujang berkomitmen penuh untuk mendampingi petani dan memastikan para petani tidak menghadapi tantangan kemarau ini sendirian,” katanya.
Idho menjelaskan, kesiapan pasokan pupuk juga dilakukan di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Persediaan pupuk bersubsidi di gudang wilayah tersebut telah disiapkan jauh di atas kebutuhan untuk dua minggu ke depan.
"Ketersediaan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian bagi petani dalam mempersiapkan lahan sekaligus mengantisipasi peningkatan kebutuhan pupuk saat musim tanam dimulai," Jelasnya.
Dia menambahkan, Pupuk Kujang juga terus menjaga stabilitas stok pupuk bersubsidi maupun nonsubsidi melalui kegiatan produksi dan penyaluran yang berkesinambungan.
"Dengan ketersediaan stok yang terjaga dan distribusi yang berjalan lancar, perusahaan berharap kebutuhan pupuk petani dapat terpenuhi secara tepat waktu dan merata. Ini supaya produktivitas pertanian pada musim penghujan dapat meningkat," pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti
