Jelang Panen Raya, Produktivitas Buah Manggis Purwakarta Ditargetkan Meningkat

Buah manggis saat ini menjadi produk perkebunan khas Kabupaten Purwakarta yang sangat menjanjikan dari sisi ekonomi. Bahkan, buah yang punya ciri khas warna kulit merah keunguan itu, kini memiliki daya saing secara global.

Jelang Panen Raya, Produktivitas Buah Manggis Purwakarta Ditargetkan Meningkat
net

INILAH, Purwakarta – Buah manggis saat ini menjadi produk perkebunan khas Kabupaten Purwakarta yang sangat menjanjikan dari sisi ekonomi. Bahkan, buah yang punya ciri khas warna kulit merah keunguan itu, kini memiliki daya saing secara global.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta Agus Rachlan Suherlan menuturkan, luas lahan perkebunan manggis di Purwakarta mencapai lebih dari 1.500 hektare. Lahan tersebut, tersebar di lima kecamatan. Yakni, Wanayasa, Kiarapedes, Bojong, Darangdan dan Pondoksalam.

“Dalam waktu dekat, buah manggis di kita akan memasuki panen raya,” ujar Agus kepada INILAH, akhir pekan kemarin.

Agus menjelaskan, selama ini rata-rata produksi buah manggis saat panen raya sekitar 47 ton per hektare. Hasil panen tersebut, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal dan domestik tapi juga hingga mancanegara atau kebutuhan ekspor.

Sebenarnya, saat ini angin segar tengah menerpa para petani manggis di wilayahnya. Pasalnya, sejak 2017 lalu pemerintah pusat telah membuka kran ekspor manggis ke sejumlah Negara di Asia. Tentunya, ini menjadi kesempatan mereka untuk peningkatan ekonomi.

“Alhamdulillah, kran ekspor telah dibuka. Sehingga, komoditi unggulan khas Purwakarta saat ini bisa menembus pasar internasional. Ini menjadi angin segar bagi kami,” kata Agus.

Untuk itu, hingga kini pihaknya terus mendorong supaya produktivitas perkebunan manggis ini terus meningkat, baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya. Untuk perkuat kualitas sendiri, salah satu upayanya yakni dengan memberikan bimbingan mengenai good agricultural practice (GAP) dan standard operational procedure (SOP) kepada para petani.

“Dari sisi kuantitas sendiri, kami terus mendorong bagaimana supaya produktivitasnya terus meningkat. Sehingga, kebutuhan domestik maupun ekspor bisa tetap terpenuhi,” jelas dia.

Terkait produktivitasnya, Agus memastikan di panen raya tahun ini jumlahnya akan meningkat 10 persen dari tahun sebelumnya. Dirinya pun menargetkan, jika di tahun lalu hanya mampu melakukan ekspor 30 ribu ton, tahun ini bisa 50 ribu ton per tahun.

Agus melansir, Pohon manggis Purwakarta ini masuk dalam varietas Wanayasa. Serta, sudah terdaftar secara resmi di Kementan. Sehingga, keberadaannya harus dilestarikan. Adapun salah satu upaya untuk menumbuhkan gaunggnya, yakni dengan menggelar sebuah event yang dibungkus Festival.

“Dalam waktu dekat, kami akan kembali menggelar Festival Manggis sebagai bagian dari promosi. Untuk lokasinya, rencananya di lokasi agrowisata Kiarapedes,” pungkasnya. (Asep Mulyana)


Editor : Doni Ramdhani