Jelang Pemilu 2024, Kemendagri dan Bakesbangpol Kota Bogor Gelar Rakor Pengawasan Ormas Asing
Kemendagri bekerja sama dengan Bakesbangpol Kota Bogor menggelar rapat koordinasi pengawasan ormas asing yang didirikan WNA. Rapat dilakukan sebagai persiapan Pemilu 2024.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Kemendagri bekerja sama dengan Bakesbangpol Kota Bogor menggelar rapat koordinasi pengawasan ormas asing yang didirikan WNA. Rapat dilakukan sebagai persiapan Pemilu 2024.
Koordinator Subdit Ormas Asing Kemendagri Abdul Gafur mengatakan, kehadiran ormas asing itu tidak bisa dihindari karena keberadaannya dijamin dalam UU. Namun, ada hal yang memang harus diantisipasi terkait ideologi yang masuk di dalam proses pelaksanaan program ormas asing yang ada di wilayah.
"Mendekati Pemilu 2024 ini kita harus melakukan persiapan. Masuknya ormas asing ke Indonesia tentunya karena sudah ada dasar perjanjian bilateral antara negara Indonesia dengan negara ormas tersebut. Karena kalau tidak ada perjanjian bilateral, ormas asing tidak bisa masuk ke Indonesia," kata Abdul di Auditorium Perpustakaan Kota Bogor, Senin 20 Maret 2023.
Berdasarkan catatan internal Kemendagri, dia menyebutkan ada 46 ormas asing. Saat ormas asing ingin mengimplementasikan programnya di daerah maka harus bermitra dengan mitra lokal.
Sementara itu, Asdep Koordinasi Demokrasi dan Ormas Kemenko Polhukam Kristono mengatakan kehadiran ormas asing di Indonesia ini bertujuan untuk menjangkau urusan yang tidak bisa dilakukan pemerintah Indonesia. Namun, ada beberapa larangan yang harus dipatuhi ormas asing.
Semisal, adanya larangan menyebarkan paham komunis atau yang bertentangan dengan paham Pancasila, dilarang melakukan agenda terselubung negara asing yang mengancam kesatuan bangsa, mendukung atau membiayai gerakan separatis, menggalang dana ilegal, mengganggu hubungan diplomatik dengan negara lain dan melakukan tindakan intelijen yang membahayakan negara.
"Dinamika politik kian memanas, jadi sedikit gesekan di masyarakat akan berimbas besar pada pemilu 2024. Pengawasan pada ormas asing bisa dilakukan dengan mengatur aktivitas ormas asing yang berkaitan dengan kepemiluan untuk mencegah intervensi politik," terangnya.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan sama seperti kota lainnya di Indonesia yang mempunyai modal sosial yang besar sehingga konflik vertikal dan horizontal bisa dihindarkan. DNA Kota Bogor juga DNA yang cinta kebersamaan dalam keberagaman, tetapi waktu terus berjalan dan ada dinamika sosial.
"Waktu saya SMA penduduk Kota Bogor hanya 400 ribu, pendatang belum banyak. Hari ini penduduk Kota Bogor 1 juta dikelilingi penduduk Kabupaten Bogor 5 juta. Tantangannya sama, modal sosialnya kuat tetapi ada dinamika yang berbeda, perubahan sosial ditambah ada efek global jadi harus total football," tutur Bima.*** (rizki mauludi)
Editor : Doni Ramdhani

