Jelang Pemilu, Youtuber Kritis Guru Gembul Ajak Pemilih Tetap Berdamai

Maha Production menggelar diskusi publik bertajuk "Pemilu Damai di Era Post Truth, Post Demokrasi dan Demokrasi Generasi Milenial"  pada Sabtu 6 Januari 2024.

Jelang Pemilu, Youtuber Kritis Guru Gembul Ajak Pemilih Tetap Berdamai
Maha Production menggelar diskusi publik bertajuk "Pemilu Damai di Era Post Truth, Post Demokrasi dan Demokrasi Generasi Milenial"  pada Sabtu 6 Januari 2024./Yogo Triastopo

INILAHKORAN, Bandung - Maha Production menggelar diskusi publik bertajuk "pemilu damai di Era Post Truth, Post Demokrasi dan Demokrasi Generasi Milenial"  pada Sabtu 6 Januari 2024.

Kegiatan yang berlangsung di Bikasoga Ballroom, Buahbatu ini, diharapkan dapat menjadi momentum memperoleh pemahaman yang baik tentang peran penting Pemilu yang damai.

Halnya disampaikan Youtuber kritis, Guru Gembul. Ia mengajak semua kalangan, khususnya generasi milenial tetap berdamai sekalipun dihadapkan Pemilu yang kerap berpotensi menimbulkan perpecahan.

"Yang ingin saya tekankan, bahwa betapa pun kita dihadapkan dengan situasi Pemilu saat ini dan sulit, kita tidak punya pilihan lain selain untuk tetap berdamai. Ini harus dilakukan semua kalangan," kata Guru Gembul.

Ajakan tersebut, dituturkan ia bukan hanya kepada kalangan milenial. Akan tetapi untuk semua kelompok tanpa memilah-milah generasi A hingga Z. Terpenting saat ini bagaimana menciptakan kondusifitas.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan, disebut Guru dengan menurunkan level keegoisan, dan rasa nafsu. Keduanya harus dijadikan bahan pertimbangan paling minimun, diantara pilihan-pilihan rasional.

"Karena sebagian besar dalam kesalahan dalam mengambil keputusan adalah ego, bukan rasio. Rasio kita, kebanyakan diganggu oleh ego-ego yang bersifat hawa nafsu yang menghalangi kemampuan intelektualitas kita," ucapnya.

Ia menegaskan bahwa pemilih saat ini, tidak dapat menghindari informasi yang disuguhkan berbagai platform. Hanya saja, pemilih tidak boleh menelan informasi secara mentah-mentah begitu saja.

Hemat Guru, pemilih harus benar-benar bijak disaat menerima segala bentuk informasi. Baiknya membiasakan diri dengan cara memverifikasi terlebih dahulu kebenaran data tersebut.

"Kalau kita tidak memiliki kemampuan untuk itu dan tidak memiliki waktu untuk itu, baiknya kita percayakan kepada sesuatu yang memang secara nyata itu terbukti secara empiris. Kita baiknya menginduk kepada sesuatu berdasarkan pertimbangan logis," ujar dia. *** (yogo triastopo)


Editor : JakaPermana