Jelang Tahun Baru, Okupansi Hotel di Puncak Beragam

Jelang malam pergantian tahun baru 2020, tingkat hunian hotel di kawasan Puncak beragam. Dari catatan yang ada, banyak hotel yang fully booked hingga awal Januari. Namun, tak sedikit hotel yang tingkat okupansinya hanya 40%.

Jelang Tahun Baru, Okupansi Hotel di Puncak Beragam
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Jelang malam pergantian tahun baru 2020, tingkat hunian hotel di kawasan Puncak beragam. Dari catatan yang ada, banyak hotel yang fully booked hingga awal Januari. Namun, tak sedikit hotel yang tingkat okupansinya hanya 40%.

"Karena pergantian malam tahun baru ini jatuhnya di hari Rabu, okupansi hotel nonbintang di Puncak agak lesu dan paling banyak itu okupansinya mencapai 40%. Beda kalau malam tahun barunya di akhir pekan okupansi hotel bisa tinggi," ujar Wakil Ketua II Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Boboy Ruswanto, Kamis (26/12/2019).

Sebagai pelaku industri, dia mengharapkan Pemkab Bogor bisa mengadakan kegiatan khusus seperti pergelaran musik atau konser di Gunung Mas di tempat terbuka. Setidaknya, keberadaan acara malam tahun baruan itu bisa mendongkrak tingkat okupansi hotel.

"Kalau hotel nonbintang itu kan budget promosinya kecil, jadi sulit mendatangkan artis ternama. Alangkah baiknya Pemkab Bogor bisa menggelar konser musik di area terbuka hingga berefek meningkatnya hunian hotel nonbintang. Kalau hotelnya rame pengunjung, pemerintahan daerah juga mendapatkan pajak hiburan dan lainnya," pintanya.

Berbeda dengan hotel nonbintang, hotel bintang empat seperti Green Peak Hotel di Cisarua mengaku dari 139 kamar itu tersisa hanya 20an kamar. 

"Malam tahun baru 2020 ini kami mengundang band Panbers dan The Mercy's hingga tingkat okupansi pun naik," ucap GM Green Peak Hotel Rudolf F H Mengko.

Dia menjelaskan, khusus pada malam dan liburan tahun baru ini harga sewa kamar per malam pun naik dari sebelumnya. Khusus di malam tahun baru, harga kamar tipe dekuxe dijual seharga Rp5 juta.

"Yang tersisa hanya kamar deluxe, khusus di malam tahun baru harganya naik menjadi Rp5 juta karena kami menghadirkan artis ternama," jelasnya.

Terpisah, GM Royal Safari Garden Lis menyebutkan pada perayaan malam tahun baru 2020 ini pihaknya mengundang band Yovie and Nuno. Imbasnya, seluruh kamar terisi penuh wisatawan.

"Berkat adanya acara perayaan malam tahun baru 2020 yang dihadiri band Yovie and Nuno, promosi dan pelayanan yang maksimal kamar-kamar di Hotel Royal Safari Garden terisi penuh. Bahkan, berlanjut hingga Jumat (10/1/2020) ke depan," lanjut Lis. (Reza Zurifwan)


Editor : Doni Ramdhani