Jelang Vaksinasi Kedua, Wagub Jabar Lebih Siap 

Dua pekan lalu, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum menuntaskan vaksinasi Covid-19 tahap pertama. Kini, orang nomor dua di Jabar tersebut akan kembali menjalani suntikan dosis kedua pada Kamis (28/1/2020) besok.

Jelang Vaksinasi Kedua, Wagub Jabar Lebih Siap 
net

INILAH, Bandung - Dua pekan lalu, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum menuntaskan vaksinasi Covid-19 tahap pertama. Kini, orang nomor dua di Jabar tersebut akan kembali menjalani suntikan dosis kedua pada Kamis (28/1/2020) besok.

Uu lebih mempersiapkan diri menyambut penyuntikan untuk kali kedua ini. Dia tak ingin terulang seperti vaksinasi tahap pertama, yang herus ditunda beberapa saat lantaran tensi darah yang tidak memenuhi syarat. 

"Saya akan divaksin besok, makanya sekarang persiapannya saya tidak keluar dari kota Bandung," ujar Uu, Rabu (27/1/2020).

Setelah melaksanakan kegiatan sebagai wakil gubernur, dia langsung pulang ke rumah dinas untuk beristirahat agar dapat menuntaskan vaksinasi kali kedua tanpa kendala. Uu juga melakukan rutinitasnya berolahraga dan menjaga pola makan dan tidur yang cukup. 

"Saya tidak ingin darah saya naik seperti yang kemarin. Ulah gempeur (jangan gugup) pas disuntik," ucapnya. 

Selain itu, menjelang penyuntikan tahap kedua ini dia menghabiskan waktu dengan rekan-rekannya di satu komunitas. Hal ini dilakukan untuk melepaskan ketegangan. 

Komunitas tersebut diakuinya bergerak untuk memerdekakan umat baik itu dari belenggu pendidikan, kesehatan maupun kemiskinan. 

"Karena di komunitas ini tidak ada kasta ya, yang tua dan muda semua sama dan banyak ketawa ketawa di rumah dinas," ungkapnya. 

Lebih lanjut, Uu pun memberi pengalaman setelah menjalani penyuntikan vaksin Covid-19 tahap pertama. Dia mengaku tidak merasakan gejala yang negatif. 

"Nah, oleh karena itu saya meminta kepada masyarkat untuk tidak takut lagi divaksin," katanya. 

Hanya saja yang membuat dia prihatin terkait adanya berita di media sosial yang menyatakan vaksin Covid-19 dapat berakibat fatal hingga ada yang meninggal dunia. Pada kenyataanya, Uu menilai, hal tersebut tidak terbukti. (Rianto Nurdiansyah)


Editor : Doni Ramdhani