Jembatan Munjul 2 Ditargetkan Rampung 21 Desember 2026

DBMPR Jabar menargetkan penggantian Jembatan Munjul 2 di Baleendah, Kabupaten Bandung, rampung 21 Desember 2026 dengan pembongkaran bertahap.

Jembatan Munjul 2 Ditargetkan Rampung 21 Desember 2026
DBMPR Jabar menargetkan penggantian Jembatan Munjul 2 di Baleendah, Kabupaten Bandung, rampung 21 Desember 2026 dengan pembongkaran bertahap.

INILAHKORAN.ID – Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat menerapkan metode pembongkaran bertahap dalam proyek penggantian Jembatan Munjul 2 di Jalan Raya Laswi, Kelurahan Manggahang, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Skema ini dilakukan agar arus lalu lintas tetap berjalan selama pekerjaan berlangsung.

DBMPR Jabar juga telah berkoordinasi dengan kepolisian dan aparatur setempat untuk mengantisipasi kemacetan di sekitar proyek. Penggantian jembatan tersebut menjadi perhatian setelah warga dan pelajar menggelar aksi protes karena pembangunan dinilai lamban dan memicu kemacetan berkepanjangan.

Kepala Bidang Teknik Jalan DBMPR Jabar, Ari Haidriansyah, mengatakan koordinasi dengan kepolisian merupakan bagian dari prosedur sebelum pekerjaan dilakukan. Koordinasi di lapangan diperlukan untuk mengatur metode pengerjaan sekaligus memastikan kendaraan tetap dapat melintas.

“Kalau buat kami, ketika ada pekerjaan itu pasti kami menginformasikan ke pihak kepolisian untuk pindah setempat untuk ada pekerjaan ini,” ujar Ari, Kamis (15/10/2026).

Menurut Ari, pembongkaran tidak dilakukan terhadap seluruh bagian jembatan secara bersamaan. Pekerjaan dibagi menjadi dua tahap agar satu sisi tetap dapat difungsikan ketika sisi lainnya diperbaiki.

“Jadi jembatan ini tidak dibongkar sekaligus. Setengah-setengah, supaya lalu lintas tetap tetap berjalan,” ucapnya.

Ari menyebut pengerjaan pada salah satu sisi jembatan kini hampir selesai. Setelah sisi tersebut dibuka untuk kendaraan, kontraktor akan melanjutkan pembongkaran dan pembangunan pada sisi lainnya secara bergantian.

“Nah sekarang ini sudah yang setengah. Ini sudah hampir selesai. Nanti akan dibuka yang kanan, yang kiri akan kami bongkar secara bergantian,” katanya.

DBMPR Jabar menargetkan penggantian Jembatan Munjul 2 rampung pada 21 Desember 2026. Setelah pekerjaan selesai, jembatan tersebut direncanakan langsung dibuka untuk masyarakat.

“Rencana penyelesaian itu tanggal 21 Desember dan langsung bisa dipakai,” ujarnya.

Ari menjelaskan, penggantian konstruksi dilakukan karena jembatan lama mengalami kerusakan dan dinilai tidak lagi memadai untuk mengalirkan debit air. Kondisi tersebut membuat permukaan jembatan rentan tergenang ketika hujan turun.

Untuk mengurangi risiko genangan, konstruksi jembatan baru dibuat sekitar 1,5 meter lebih tinggi dibandingkan bangunan sebelumnya. Penyesuaian elevasi ini juga membutuhkan pembangunan beton penghubung agar peralihan antara jembatan dan badan jalan dapat dilalui kendaraan dengan baik.

“Nanti juga nanti ada beton yang menghubungkan ke jalannya, karena jembatannya ditinggikan,” tuturnya.

Selain mengganti jembatan, DBMPR Jabar berencana melengkapi fasilitas penerangan jalan umum (PJU) di ruas jalan provinsi tersebut. Pemasangan lampu akan dilakukan secara bertahap mengikuti program yang sedang berjalan.

“2.300 lebih (pasang PJU) sudah dari tahun kemarin. Terus ini akan dilengkapi di jalan provinsi, dengan PJU,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah pelajar yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat (Gema) Kabupaten Bandung bersama warga menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Raya Laswi, Kelurahan Manggahang, Kecamatan Baleendah, Senin (12/10/2026) sore.

Mereka memprotes pembangunan Jembatan Munjul 2 yang dinilai lamban dan berdampak pada kemacetan parah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat. Target penyelesaian pada Desember 2026 diharapkan dapat menjawab keluhan warga terkait kemacetan di kawasan tersebut.***


Editor : JakaPermana