Jembatan Termahal di Kabupaten Bogor Timur, Habiskan Anggaran Miliaran Pada Masanya

Jembatan yang ada di Kabupaten Bogor Timur ini menjadi salah satu infrastruktur termahal yang dibangun pada masanya.

Jembatan Termahal di Kabupaten Bogor Timur, Habiskan Anggaran Miliaran Pada Masanya
Jembatan Cipamingkis menjadi infrastruktur termahal di Kabupaten Bogor Timur

INILAHKORAN.ID - Jembatan Cipamingkis tercatat sebagai salah satu jembatan dengan biaya perbaikan termahal di Kabupaten Bogor Timur. 

Infrastruktur penghubung ruas jalan provinsi Cileungsi–Cibebet ini menghabiskan anggaran hingga Rp11 miliar, menyusul kerusakan parah akibat banjir bandang Sungai Cipamingkis.

Besarnya biaya perbaikan menjadikan Jembatan Cipamingkis bukan sekadar sarana penghubung, tetapi juga simbol mahalnya pembangunan infrastruktur di kawasan rawan bencana.

Rp11 Miliar untuk Satu Jembatan di Bogor Timur

Perbaikan Jembatan Cipamingkis dilakukan setelah struktur jembatan mengalami penurunan drastis pada April 2017. Lantai jembatan ambles hingga lebih dari 4 meter, sehingga jalur utama Jonggol–Cileungsi lumpuh total.

Total anggaran perbaikan mencapai Rp11 miliar, dengan rincian:

Lebih dari Rp4 miliar bersumber dari Pemerintah Pusat

Sekitar Rp7 miliar dari APBD Provinsi Jawa Barat

Angka tersebut tergolong besar untuk satu jembatan di wilayah Bogor Timur, sekaligus mencerminkan kompleksitas teknis dan kondisi alam di sekitar lokasi.

Dibangun Sejak 1986, Kini Jadi Infrastruktur Bernilai Tinggi

Jembatan Cipamingkis pertama kali dibangun pada tahun 1986 dengan konstruksi Gelagar Beton Pratekan Type-I. Awalnya, jembatan ini menggunakan dua pilar utama dengan pondasi tiang bor (bore pile).

Namun, derasnya banjir bandang dan degradasi dasar sungai menyebabkan salah satu pilar mengalami penurunan. Kondisi tersebut memaksa dilakukan perbaikan besar-besaran dengan standar konstruksi yang lebih kuat dan aman.

Kondisi Geologi dan Kerusakan Hulu Sungai Picu Biaya Mahal

Hasil penyelidikan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum mengungkapkan bahwa material sedimen di kawasan Sungai Cipamingkis didominasi batuan karbonat. Meski terlihat keras, material ini mudah mengalami pelapukan ketika terpapar air dan udara.

Selain itu, keruntuhan cekdam sejak 2013 serta penurunan dasar sungai hingga lebih dari 4 meter memperparah kondisi pondasi jembatan. Faktor-faktor inilah yang membuat proses perbaikan membutuhkan anggaran besar dan penanganan teknis khusus.

Setelah delapan bulan pengerjaan, Jembatan Cipamingkis kembali difungsikan dan diresmikan pada 27 Desember 2017 oleh Gubernur Jawa Barat saat itu, Ahmad Heryawan.

Dalam peresmian, ia menegaskan bahwa mahalnya biaya pembangunan jembatan harus dibarengi dengan kesadaran bersama untuk merawat infrastruktur.

“Biaya perbaikan jembatan ini mahal sekali. Jalan dan jembatan yang mahal ini mari kita rawat bersama-sama,” ujarnya.

Kini, hampir satu dekade pembangunan tersebut, Jembatan Cipamingkis tetap digunakan untuk mobilitas masyarakat.


Editor : Firda Rachmawati