Jimin BTS Ungkap Puisi Romantis Namun ARMY Terkejut dengan Pengucapannya: Suara Ini Bukan Dia kan?
ARMY kaget mendengar suara Jimin BTS saat sang idola bacakan puisi romantis menggunakan bahasa Inggris.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Jimin BTS kembali membuat ARMY (fandom BTS) meleleh usai mendengar suaranya.
Pemotretan terbaru Jimin BTS dengan Vogue Korea menjadi subjek perdebatan hangat, yang secara tak terduga dikaitkan dengan kecerdasan buatan generatif.
Sebagai bagian dari promosi pemotretan, Vogue Korea merilis klip pendek yang menampilkan Jimin BTS berpose dengan berbagai pakaian, gaya, dan latar.
Namun, yang paling menarik perhatian adalah rekaman audio Jimin BTS yang membacakan sebuah kutipan sepenuhnya dalam bahasa Inggris yang fasih.
"Sayangku, bulan Februari terasa tenang, dan pikiranku kembali tertuju padamu.
Selamat Hari Valentine. Apa yang kurasakan bukanlah sesuatu yang keras; melainkan sesuatu yang mantap.
Bagiku, cinta hanyalah ini: menyimpanmu di hati, dengan keteguhan, baik saat bersama maupun saat berpisah. Salam sayang, Jimin," ungkap Jimin BTS.
"Mendapatkan Jimin membacakan puisi dalam bahasa Inggris untukku, sebuah surat cinta yang panjang lebar, bukanlah sesuatu yang ada dalam daftar keinginanku sebagai seorang ARMY. Aku mencintai kehidupan ARMY-ku yang bodoh ini."
Bukan isi romantis dari cuplikan tersebut yang menarik perhatian, melainkan kefasihan Jimin BTS dalam berbicara.
Rekaman audio tersebut telah memicu perdebatan di antara para penggemar, sebagian di antaranya mengklaim bahwa rekaman itu telah ditingkatkan menggunakan AI dan bahwa itu bukan Jimin BTS yang berbicara.
Yang lain mengecam tuduhan ini dan menyatakan bahwa itu memang Jimin BTS, meskipun aksennya tidak terdengar.
"Itu bukan Jimin yang bicara… kan? Apa aku salah lihat?," "Tunggu, tapi suara itu bukan dia, kan?"
"Ini terdengar persis seperti Jimin. Aku benar-benar tidak mengerti bagaimana orang-orang bisa mendengar suara orang lain."
"Pelafalan bahasa Inggris Jimin telah meningkat JAUH SEKALI!! Aku hampir tidak percaya itu dia yang berbicara karena aku tidak bisa mendengar aksennya."***
Editor : Irma Nurfajri


