Jingle Generasi Baru Bandung Barat Maju Suarakan Perjuangan NPCI KBB Patahkan Stigma
Melodi yang ringan namun lirik berapi-api itulah kesan pertama dari lagu jingle resmi NPCI KBB berjudul "Generasi Baru Bandung Barat Maju".
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Melodi yang ringan namun lirik berapi-api itulah kesan pertama dari lagu jingle resmi NPCI KBB berjudul "Generasi Baru Bandung Barat Maju".
Diciptakan dari tangan dingin Febri Saputra, seorang penyandang disabilitas tunanetra, dia mampu menyalurkan bakat seninya untuk mempersiapkan semangat atlet jelang Peparda VII Jawa Barat 2026.
Lagu itu bukan sekadar irama pengiring acara.Namun, lebih dari itu karya itu menjadi manifestasi harapan sekaligus kritik halus terhadap kesenjangan yang masih dirasakan di daerah ini, serta bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk menyuarakan gagasan besar.
Wakil Sekretaris Umum National Paralympic Committee Indonesia NPCI KBB Acep Kurnia menjelaskan, lahirnya judul tersebut dari perenungan mendalam melihat wajah KBB yang bertolak belakang, dimana di satu sisi kaya akan potensi wisata dan sumber daya alam, namun di sisi lain masih tertinggal dalam pemerataan ekonomi, akses pendidikan, serta dukungan bagi kelompok rentan.
"Kata 'Maju' di sini bukanlah kata sifat yang menyatakan selesai, melainkan kata kerja yang terus bergerak. Kami tidak bisa berjalan di tempat dengan cara-cara lama, perubahan itu harus dilakukan sekarang juga," kata Acep saat dihubungi, Sabtu (18/7/2026).
Selama proses penyusunannya, Acep menyebut, Febri sempat menghadapi tantangan, yakni menyatukan pesan yang mendalam dan kadang berat ke dalam irama yang mudah diingat dan menyentuh hati.
"Salah satu baris yang paling berkesan dan menjadi tulang punggung semangat dalam lagu ini itu dibait 'Pantang pulang sebelum tumbang, pantang menyerah sebelum menang'," sebutnya.
Acep menjelaskan, kalimat ini bukan sekadar slogan, namun cerminan pengalaman nyata para atlet disabilitas yang terus berjuang meskipun sering menghadapi keterbatasan sarana, prasana, hingga fasilitas pendukung.
Dia menyebut, lagu itu hadir untuk membakar semangat mereka agar tidak mudah putus asa, sekaligus mendobrak pandangan masyarakat yang masih sering memandang sebelah mata atau menempatkan kaum disabilitas hanya sebagai objek belas kasihan.
"Kami ingin membuktikan, kami memiliki kelebihan di luar apa yang dilihat mata biasa, dan kami adalah bagian dari penggerak daerah ini," tegasnya.
Acep mengungkapkan harapan terbesar saat melodi ini bergema di stadion nanti, adanya perubahan cara pandang kolektif, yakni atlet disabilitas dilihat sebagai pejuang tangguh, pahlawan prestasi, bukan lagi sosok yang harus dikasihani.
"Kami berharap pemerintah dan masyarakat memberikan ruang yang seluas-luasnya, bukan sekadar bantuan amal, serta kesempatan berkolaborasi agar potensi yang ada bisa bermanfaat bagi kemajuan Bandung Barat secara keseluruhan," ungkapnya.
Bagi pencipta lagu Febri Saputra sendiri, karya itu merupakan warisan pemikiran bahwa kemajuan daerah tidak diukur dari megahnya bangunan, namun dari seberapa adil dan meratanya penghargaan terhadap seluruh warganya.
Captions: Pencipta lagu jingle NPCI KBB, Febri Saputra mengenakan kaos biru dan topi hitam saat bersama para atlet lainnya.
Editor : Doni Ramdhani

