Job Fair Future Connect 2026 Targetkan Penyerapan Lebih dari 50 Persen Tenaga Kerja

Ribuan peluang kerja kembali dibuka di Kota Bandung melalui Job Fair Future Connect 2026 yang digelar di Teras Sunda Cibiru, Kecamatan Cibiru. 

Job Fair Future Connect 2026 Targetkan Penyerapan Lebih dari 50 Persen Tenaga Kerja
Job Fair Future Connect 2026 diikuti 18 perusahaan yang beroperasi di Kota Bandung dengan total sekitar 3.528 lowongan pekerjaan. (yogo triastopo)

INILAHKORAN.ID - Ribuan peluang kerja kembali dibuka di Kota Bandung melalui Job Fair Future Connect 2026 yang digelar di Teras Sunda Cibiru, Kecamatan Cibiru. 

Kegiatan menjadi salah satu upaya pemerintah daerah memperluas akses ketenagakerjaan dan menekan angka pengangguran di wilayah perkotaan.

Job Fair Future Connect 2026 diikuti 18 perusahaan yang beroperasi di Kota Bandung dengan total sekitar 3.528 lowongan pekerjaan. Selain perusahaan lokal, Disnaker Kota Bandung juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan yang terdaftar dalam situs Kementerian Ketenagakerjaan memperluas jangkauan informasi lowongan kerja bagi masyarakat.

Kepala Disnaker Kota Bandung Yayan Ahmad Brilyana mengatakan, dari keseluruhan peluang yang ada. Terdapat sekitar 600 pilihan lowongan yang tersedia secara langsung dalam kegiatan tersebut. 
Sementara, kerja sama dengan platform digital Job Seeker turut menambah sekitar 1.200 lowongan kerja yang mencakup skala nasional hingga internasional.

“Perusahaan yang datang ke sini menyampaikan kebutuhan tenaga kerja mereka, mulai dari jenis pekerjaan, jumlah yang dibutuhkan, sampai kualifikasinya. Kami di sini hanya menjembatani antara pencari kerja dan perusahaan,” kata Yayan, Sabtu (25/4/2026).

Menurutnya, kehadiran job fair memberikan kemudahan bagi pencari kerja karena tidak perlu lagi mendatangi perusahaan satu per satu atau melakukan pendaftaran secara door to door. Seluruh proses, dipusatkan dalam satu lokasi sehingga lebih efisien dan terarah termasuk dalam proses seleksi awal.

Dia juga menjelaskan apabila ke depan, pelaksanaan job fair tidak lagi hanya dilakukan secara berkala setiap tiga bulan dengan dukungan APBD. Melainkan akan diupayakan menjadi kegiatan rutin bulanan. Hal ini dilakukan guna memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan intensitas pertemuan antara pencari kerja dan perusahaan.

“Pak wali meminta agar akses ini diperbanyak, supaya lebih sering membuka pintu dan jendela kesempatan kerja. Karena itu, kami merencanakan sistem yang lebih rutin dengan konsep hybrid,” ucapnya.

Sistem hybrid yang dimaksud, dikemukakannya adalah kombinasi antara layanan langsung dan daring. Pencari kerja dapat datang ke Disnaker untuk melihat informasi lowongan yang tersedia. Sementara proses pendaftaran hingga wawancara, akan banyak dilakukan secara online menekan biaya dan waktu pelaksanaan.

Terkait target penyerapan tenaga kerja, Yayan menyebut pihaknya berharap lebih dari separuh dari total lowongan yang tersedia dapat terisi. 


Editor : Doni Ramdhani