Jokowi Kukuhkan Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan
Presiden Joko Widodo dan Menterian Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo mengadakan Pelatihan serta Pengukuhan 2.000 Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Ciawi- Presiden Joko Widodo dan Menterian Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo mengadakan Pelatihan serta Pengukuhan 2.000 Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan.
Dalam kesempatan tersebut Presiden Joko Widodo hadir secara virtual, sedangkan Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo didampingi Bupati Bogor Ade Yasin bersama perwakilan Duta Petani Milenial dan Dita Petani Andalan hadir di Gedung Aula Bina Karakter, Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan, Ciawi, Kabupaten Bogor pada akhir pekan kemarin.
Dalam sambutannya Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa saat ini 71% Petani di Indonesia sudah berusia 45 tahun ke atas, sementara yang berusia di bawah 45 tahun hanya 29%.
Oleh karena itu pemerintah berupaya untuk membuat sektor pertanian sebagai sektor usaha yang menguntungkan. Tentunya itu perlu didukung dengan profesionalisme sumber daya manusia di dalamnya.
"Kita tahu, Petani sekarang sudah lintas negara (namun usia Petani kita tidak didominasi kaum milenial), Petani kita (di masa mendatang) harus kompetitif dalam keterampilan teknis dan pemanfaatan teknologi, model bisnis, dan manajemen," ujar Joko Widodo.
Dalam kesempatan yang sama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Pelatihan serta Pengukuhan 2.000 Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menumbuhkan gairah bisnis pertanian di kalangan generasi muda dalam mendukung regenerasi Petani.
"Melalui para duta Petani milenial dan duta Petani andalan ini, diharapkan dapat menjadi percontohan yang menginspirasi, memotivasi, dan menjadi mitra bisnis Petani lainnya," kata Syahrul.
Ayah tiga orang anak ini menjelaskan jajarannya menargetkan pada tahun 2024 setidaknya harus ada 2,5 juta Petani milenial di Indonesia.
Petani muda, menurut Syahrul, diyakini lebih kreatif dan inovatif dalam menjalankan bisnis pertanian. Tidak hanya di level hulu namun hingga ke hilir.
Di mulai dari kegiatan penanaman, pascapanen, packaging, hilirisasi produk, hingga pemasaran dan perdagangan.
"Petani milenial harus sudah memiliki konsep market jadi di hulu budidayanya baik, lalu di pasar dia sangat memahami keinginan atau selera pasar," jelasnya.
Kementerian Pertanian juga mendorong agar Petani milenial menggunakan fasilitas Kreditu Usaha Rakyat (KUR) yang disiapkan pemerintah. Tahun ini dialokasikan plafon KUR sebanyak Rp 70 triliun dengan bunga 6% per tahun. Fasilitas pembiayaan itu dapat memudahkan Petani untuk mengembangkan skala usahanya.
"Menjadi Petani adalah pilihan yang baik, oleh karena itu kami butuh duta Petani milenial dan duta Petani andalan," tukas Syahrul. (Reza Zurifwan)
Editor : Bsafaat

