JTBC Rilis Pernyataan Dugaan Distorsi Sejarah di Drama Snowdrop
JTBC telah merilis pernyataan terkait adanya dugaan distorsi sejarah dalam drama Snowdrop yang sempat menimbulkan kontroversi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - JTBC telah merilis pernyataan terkait adanya dugaan distorsi sejarah dalam drama Snowdrop yang sempat menimbulkan kontroversi.
Menanggapi reaksi publik yang begitu besar, JTBC akhirnya merilis pernyataan baru pada Selasa 21 Desember 2021.
Pihak JTBC mengungkapkan bahwa Snowdrop adalah drama yang berisi cerita fiktif berlatar masa rezim militer.
Baca Juga: Ade Yasin Ngaku Terkendala Anggaran Bangun Jalan Baru di Wilayah Barat Bogor
"Snowdrop adalah sebuah karya kreatif yang menampilkan kisah-kisah pribadi individu-individu yang dimanfaatkan dan dikorbankan oleh penguasa," kata pihak JTBC.
JTBC juga memastikan bahwa pemeran utama pria dan wanita tidak akan ditampilkan berpartisipasi dalam gerakan demokratisasi.
"Tidak ada mata-mata yang memimpin gerakan demokratisasi di “Snowdrop.” Pemeran utama pria dan wanita tidak ditampilkan berpartisipasi atau memimpin gerakan demokratisasi di episode 1 dan 2, dan mereka tidak melakukannya di bagian mana pun dari naskah mendatang."
Baca Juga: Doddy Sudrajat Akan Lakukan Hal Ini di Hari Ulang Tahun Vanessa Angel
Pihak JTBC juga menyampaikan bahwa kedepannya akan ada plot cerita di dalam drama tersebut yang mungkin akan menghapuskan kesalahpamahan mengenai distorsi sejarah atau meremehkan gerakan demokratisasi.
"Selain itu, untuk mendengar pendapat berharga tentang konten JTBC, kami akan mendengarkan beragam suara dengan membuka jendela obrolan waktu nyata situs portal dan papan pesan pemirsa resmi.
Nilai-nilai utama yang menjadi tujuan JTBC adalah kebebasan pembuatan konten dan kemandirian produksi. Berdasarkan hal ini, JTBC akan terus memberikan kontribusi penuh untuk menampilkan siaran yang bagus.
Sebagai informasi, kontroversi mengenai drama ini pertama kali muncul pada Maret mengenai kecurigaan distorsi sejarah yang kemudian dibantah tegas oleh JTBC pada saat itu juga.
Baca Juga: Tak Hanya Jisoo, Anggota BLACKPINK yang Lain Juga Dikritik Karena Drama Snowdrop
Akan tetapi, baru-baru ini drama yang dibintangi oleh Jisoo BLACKPINK itu kembali menuai kontroversi usai penayangan episode perdananya pada 18 dan 19 Desember 2021 lalu.
Bahkan, sebuah petisi yang meminta agar drama Snowdrop dihentikan muncul dan telah mendapat tandatangan lebih dari 200 ribu orang.
“Pasti ada aktivis korban yang disiksa dan dibunuh selama gerakan demokratisasi karena mereka [secara tidak benar] dituduh sebagai mata-mata tanpa alasan. Membuat drama dengan plot seperti itu meskipun kebenaran sejarah ini merusak nilai gerakan demokratisasi," demikian isi petisi tersebut.***
Editor : inilahkoran


