Jumlah Masyarakat Miskin Ekstrem Terbanyak, Maruarar Sirait Beri Kabupaten Bogor Jatah Terbanyak Penerima BSPS
Lantaran jumlah masyarakat miskin ekstrem di Kabupaten Bogor yang terbanyak se-Indonesia, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait pun memberikan jatah yang paling banyak Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Lantaran jumlah masyarakat miskin ekstrem di Kabupaten Bogor yang terbanyak se-Indonesia, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait pun memberikan jatah yang paling banyak Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Selain pemerintah pusat, anggota DPR Adian Napitupulu dan Marlyn Maisarah juga mengusulkan jumlah rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang mendapatkan BSPS dari Kementerian PKP hingga jumlahnya mencapai 1.351 unit. Jumlah penerima BSPS tersebut terbilang adil karena bagaimana pun negara harus adil terhadap warga negaranya.
"Karena jumlah masyarakat miskin ekstrem di sini terbanyak, maka jumlah masyarakatnya yang mendapatkan BSPS pun yang terbanyak di Jawa Barat maupun Indonesia," kata Maruarar Sirait kepada wartawan, Senin 3 November 2025.
Maruarar Sirait menuturkan, Kementerian PKP akan menaikan jumlah penerima BSPS baik di tingkat daerah maupun nasional. Ia pun menjanjikan, tahun 2026 jumlah masyarakat miskin ekstrem penerima BSPS minimal dua kali lipat dari tahun ini.
"Tahun ini penerima BSPS ada 45 ribu unit, tahun depan jumlahnya diatas 400 ribu unit. Jika Tahun 2025, besar anggarannya Rp85 miliar, maka di rahun 2026 anggaran kami mencapai Rp8,8 triliun," tuturnya.
Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto mengucapkan banyak terima kasih kepada Maruara Sirait, Adian Napitupulu, dan Marlyn Maisarah yang telah membantu pemerintah daerah dalam program menuntaskan angka Rutilahu di Bumi Tegar Beriman.
Dengan bantuan tersebut, serta Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), maka tidak ada lagi Rutilahu di Kabupaten Bogpr pada Tahun 2027 atau 2028 mendatang.
"Jumlah Rutilahu di Bumi Tegar Beriman ada 14 ribu lebih unit, dan tahun ini ada 3.600 unit Rutilahu yang kami rehabilitasi. Tahun depan, alokasi anggarannya bakal kami tingkatkan dan tidak ada lagu Rutilahu 2 hingga 3 tahun mendatang," ucap Rudy Susmanto.
Marlyn Maisarah yang duduk di Komisi V DPR menambahkan, bersama rekan sejawatnya akan mengawal program BSPS di Kementerian PKP.
"Kami akan terus berjuang, agar anggaran BSPS terus meningkat. Karena dengan diperbaiki rumahnya, maka tidak terjadi lagi kemiskinan ekstrim," tambah Marlyn Maisarah.
Editor : Doni Ramdhani

