Jumlah Sapi Yang Terkena Wabah PMK di Pasar Hewan Jonggol Terus Bertambah

jumlah hewan ternak sapi yang terpapar di pasar hewan Jonggol Kabupaten Bogor terus bertambah dan yang bergejala pun langsung diisolasi

Jumlah Sapi Yang Terkena Wabah PMK di Pasar Hewan Jonggol Terus Bertambah
Setidaknya lebih dari 10 ekkor sapi yang terindikasi terjena wabah PMK dji Pasar Hewan Jonggol Kabupaten Bogor dan langsung dikarantina.


INILAHKORAN, Jonggol - Penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Pasar Hewan Jonggol terus meningkat, dari sebelumnya empat ekor sapi, kini menjadi 14 ekor sapi.

Selain itu, karena mengalami gejala yang hampir sama, ada 15 ekor sapi lagi yang sedang di karantina ataupun diisolasi oleh UPT Puskeswan wilayah III Jonggol, Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor karena terindikasi terkena wabah PMK.

"Saat ini jumlah sapi yang positif terpapar wabah PMK ada 14 ekor, lalu yang mengalami gejala ada 15 ekor. Kami sedang menunggu hasil uji laboratarium Balai Veteriner Kabupaten Subang," ucap Kepala Diskanak Kabupaten Bogor Oetje Soebagdja kepada wartawan, Kamis 26 Mei 2022.

Baca Juga: Geger..Penemuan Mayat Pria Tanpa Identitas Dekat Istana Bogor

Oertje Soebagdja menuturkan, baik hewan yang positif terpapar maupun yang batu bergejala PMK, sudah diisolasi di kandang terpisah dengan hewan ternak lainnya yang masih sehat.

Wabah atau virus PMK, merupakan wabah yang penyebarannya sangat cepat dan mudah dengan mediasi penyebaran melalui udara.

"Tujuan isolasi tersebut demi melokalisir atau mencegah penyebaran yang lebih meluas terhadap wabah PMK. Terhadap hewan yang malang tersebut, kami memberikan pengobatan hingga dinyatakan sembuh," tutur Oetje Soebagdja.

Baca Juga: 5 Sapi Positif PMK di Kota Bandung Mulai Pulih

Ia menjelaskan bahwa bersama unsur Muspika dan Muspida Kabupaten Bogor lainnya, mulai hari ini Pasar Hewan Jonggol lockdown atau tutup sementara selama 14 hari.

"Kami menutup sementara jual beli hewan ternak di Pasar Hewan Jonggol selama 14 hari, langkah selanjutnya kami akan mengevaluasi lagi dan melihat kondisi kesehatan hewan ternak," jelasnya.

Oetje Soebagdja berharap langkah lockdown, isolasi dan penyembuhan, bisa mencegah penyebaran wabah PMK. Hingga aktivitas Pasar Hewan Jonggol bisa kembali normal di Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Qurban.

Baca Juga: Antisipasi Wabah PMK, Kota Bandung Akan Bentuk Satgas Penanganan

Dokter hewan (Drh) UPT Puskeswas wilayah IIi atau Jonggol Toyyib Hidayatullah menambahkan hewan ternak yang terpapar wabah PMK memiliki gejala banyak air liurnya, ada luka di bagian mulut dan kuku.

"Wabah, virus atau penyakit PMK ini bisa disembuhkan dengan pemberian vaksin, vitamin dan makanan yang banyak hingga timbul daya imunitasnya, walaupun di kasus hewan ternak lainnya yang masih kecil bisa menyebabkan hewan tersebut meninggal dunia. Wabah PMK ini, untungnya tidak bisa menyebar ke manusia," tambah Drh Toyyib Hidayatullah. (Reza Zurifwan)


Editor : inilahkoran