Jungwon Melihat Langsung Truk Protes yang Dikirim Penggemar Tiongkok Agar Dia Keluar dari ENHYPEN
Netizen korea marah terhadap penggemar Tiongkok setelah Jungwon ENHYPEN melihat langsung truk protes yang dikirim untuknya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Baru-baru ini, Jungwon ENHYPEN menjadi pusat rumor kencan yang melibatkan Winter aespa.
Meskipun agensi Winter aespa dan Jungwon ENHYPEN dengan cepat membantah rumor tersebut, situasi memanas ketika Truk protes dikirim oleh Penggemar Tiongkok, yang menuntut agar Jungwon dikeluarkan dari grup.
Truk-Truk protes tersebut menampilkan pesan-pesan yang menuduh Jungwon melakukan berbagai pelanggaran.
Hal ini termasuk klaim tentang kebohongan dan kencan, dengan kritik-kritik keras seperti “ENHYPEN adalah 6” dan “Kita tidak membutuhkan Yang Jungwon yang mengabaikan penggemarnya.”
Pesan-pesan tersebut juga merujuk pada dugaan “kehidupan ganda” dan mempertanyakan karakternya, meskipun faktanya Jungwon dan agensinya telah membantah rumor-rumor kencan tersebut.
Meskipun rumor tersebut belum terbukti, banyak Penggemar yang percaya bahwa Jungwon melihat Truk protes tersebut dan membaca pesan-pesannya, yang telah memicu reaksi keras dari netizen.
Dalam sebuah video baru-baru ini, Jungwon terlihat berjalan di depan perusahaan, dengan sebuah truk putih terlihat di latar belakang, yang diduga merupakan Truk protes terkait dengan isu-isu terkini yang menimpanya.
Banyak yang menyatakan simpati pada Jungwon, dan menilai pesan tersebut kelewat batas, terutama karena baik sang member maupun agensi telah membantah klaim tersebut.
Netizen Korea khususnya mengungkapkan kemarahan mereka terhadap Penggemar Tiongkok, yang mereka yakini telah melewati batas dalam pengejaran drama yang tak kenal lelah.
"Bahkan ketika member dan perusahaan menyangkalnya, mereka tidak mempercayainya," komentar seorang netizen.
Yang lain mempertanyakan motivasi di balik tindakan tersebut, banyak yang mengatakan hal itu dapat membuat para idola terlalu takut untuk berkencan di masa mendatang karena pelecehan yang terus-menerus.***
Editor : Irma Nurfajri


