Kabag Barjas Beri Tenggang Waktu Akhir Maret SIRUP LKPP Sudah Diinput SKPD

Kabag Barjas Jois Putra minta semua SKPD sudah menyelesaikan SIRUP LKPP sudah selesai di akhir Maret 2022 agar bisa segera dilakukan lelang.

Kabag Barjas Beri Tenggang Waktu Akhir Maret SIRUP LKPP Sudah Diinput SKPD
Kabag Barjas Setda Kabupaten Cirebon Jois Putra meminta agar SKPD menginput SIRUP LKPP paling akhir Maret 2022.

INILAHKORAN, Cirebon - Kabag Barang dan Jasa (Barjas) Setda Pemkab Cirebon Jois Putra, meminta input Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP harus selesai maksimal akhir Maret 2022.

Jika SIRUP LKPP belum selesai sesuai waktu yang ditentukan, Jois Putra mengaku semua paket pekerjaan tidak bisa digelar.

Hal itu dikarenakan SIRUP LKPP tidak bisa masuk sistem dan sudah di blok oleh LKPP.

"Ini aturan yang sudah disepakati. Kami beri waktu setiap SKPD untuk menginput SIRUP, akhir Maret ini. Kalau tidak, pekerjaan tidak bisa digelar," kata Jois, Rabu 5 Januari 2022.

Jois menjelaskan, dibuatnya aturan tersebut supaya pekerjaan tahun ini tidak ada yang mangkrak dan sesuai dengan aturan.

Selama ini, pekerjaan untuk anggaran murni saja terkadang digelar dibulan Juli, sementara untuk anggaran rubahan pasti sekitar bulan novemberan. Otomatis, dengan mepetnya waktu, ada ke khawatiran pekerjaan bisa tidak selesai.

"Tenggang waktu input SIRUP itu supaya kita segera bisa melelangkan  paket-paket pekerjaan. Kalau Maret sudah selesai,  otomatis April kita bisa lelang. Jadi masih banyak waktu untuk bisa menyelesaikan pekerjaan," jelasnya.

Jois juga meminta, kalau ada bidang yang SIRUPnya sudah selesai, segera input dan jangan sampai menunggu bidang lainnya. Semakin cepat menginput SIRUP,  semakin cepat juga proses lelang dilakukan.

Dengan demikian, tidak ada antrean SKPD meminta permohonan lelang ke pihah Barjas. Malahan, kerjaan Barjas akan ringan dan proses lelang akan semakin lancar.

"Kalau ada Bidang, misalnya bidang Binamarga SIRUP-nya sudah selesai, segera input. Nanti kan bisa langsung memohon lelang kepada kami. Otomatis pekerjaan mereka akan paling awal dikerjakan. Nanti tanggal 12 besok kami juga akan melakukan sosialisasi kepada semua SKPD," tukasnya.

Seperti diketahui, selama ini Barjas mengaku kesulitan untuk melakukan lelang di awal tahun. Belum siapnya input SIRUP LKPP membuat pelaksanaan lelang untuk anggaran murni, dikerjakan di tengah tahun. Padahal waktu yang mepet dengan penyerapan ABT, terkadang membuat pekerjaan anggaran murni balapan dengan anggaran perubahan.

Belum lagi, proses lelang tidak semulus yang dibayangkang. Adanya sanggahan dari peserta lelang membuat pengumuman lelang terkadang perlu waktu sampai dua bulan. Inilah yang menghambat pelaksanaan pekerjaan, hingga ada beberapa pekerjaan untuk anggaran murni, terkadang lewat tahun. *** (Maman Suharman)


Editor : inilahkoran