Kabupaten Bandung Masih Dikepung Banjir
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung menyatakan banjir besar sejak Selasa (26/3/2019) di tiga kecamatan belum surut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung menyatakan banjir besar sejak Selasa (26/3) di tiga kecamatan belum surut.
Tiga kecamatan yang terendam banjir yakni Dayeuhkolot, Bojongsoang dan Baleendah. Diperkirakan banjir sudah berlangsung hampir satu bulan.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Sudrajat mengatakan banjir dipemukiman warga disebabkan hujan deras dan luapan sungai Citarum. Dengan ketinggian yang bervariasi dari mulai 10 cm hingga yang terdalam 1.5 meter.
"Banjir besar sampai ketinggian 2 meter lebih. Sekarang paling tinggi 1. 5 meter. Beberapa titik sebelumnya sempat surut," kata Sudrajat saat Jumat (19/4/2019).
Sudrajat mengatakan, ketinggian banjir yang paling parah berada di Kampung Cigosol di Kelurahan Andir, Baleendah dan Kampung Bojong Asih di Desa Dayeuhkolot. Sedangkan akses jalan Dayeuhkolot-Banjaran-Baleendah bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat.
Menurutnya, saat ini jumlah korban banjir masih ada yang mengungsi di tempat pengungsian di Dayeuhkolot, Baleendah dan Bojongsoang. Jumlahnya, katanya mencapai 700 lebih kepala keluarga atau 2000 lebih jiwa.
Sudrajat melanjutkan, pihaknya terus melakukan pendataan dan pemantauan terhadap korban banjir di pengungsian dan mereka yang memilih bertahan di lantai atas rumah masing-masing. Sementara itu, bantuan diberikan sesuai kebutuhan di pengungsian.
Dirinya menambahkan, jumlah kepala keluarga yang terdampak banjir di tiga kecamatan tersebut mencapai 13 ribu lebih kepala keluarga dan mencapai 30 ribu lebih jiwa.
Tatang (45) salah seorang pengungsi di Gedung Inkanas Baleendah, gara gara banjir yang menggenangi pemukiman dan beberapa akses jalan, membuat ia tak bisa bekerja. Keseharian
Tatang bekerja sebagai juru parkir di Pasar Burung Kota Bandung. Tapi hampir sebulan ini ia tak bisa bekerja, sehari hari hanya diam di pengungsian bersama warga lainnya.
"Bagaimana mau pergi kerja, hampir semua jalan terendam banjir. Bisa sih ke jalan alternatif tapi muter muter, akhirnya sampai ke Pasar Burung sudah diatas jam 10 siang. Kalau kesiangan mah ngapaian pasarnya juga sudah sepi," kata Tatang yang tercatat sebagai warga Kampung Jambatan Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah itu.
Tatang berharap, banjir segera surut, agar ia bisa kembali ke rumah. Serta kembali memulai kehidupannya sebagai juru parkir di Pasar Burung Kota Bandung. Karena jika tetap dipungsian, untuk kebutuhan sehari hari, lebih banyak mengandalkan bantuan dari para donatur dan relawan.
"Kami ingin segera pulang ke rumah. Tinggal disinu hampir sebulan, yah begini saja lutang lantung enggak ada pekerjaan. Padahal kan kebutuhan hidup sehari hari mah harus tetap jalan yah," ujarnya. (Rd Dani R Nugraha)
Editor : Bsafaat

